Pages

Tampilkan postingan dengan label Memelihara Burung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Memelihara Burung. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 September 2016

Komunitas Pencinta Burung Perkutut Tulang Bawang Lampung

Potret Pertanian -Tulang Bawang Berbicara tentang Burung Perkutut yang diyakini mempunyai kekuatan gaib atau supranatural/yoni menurut kepercayaan orang-orang tua kita sejak beratus-ratus tahun terutama pada masyarakat tradisi Jawa tapi hal tersebut tidak termasuk untuk perkutut persilangan atau sering disebut perkutut bangkok

Perkutut Bangkok yang banyak kita lihat dan pelihara saat ini yang diyakini sudah tidak lagi memiliki kekuatan gaib sesuai dengan alam pikiran masyarakat modern. Sehingga Perkutut Katuranggan sering disebut burung alam gaib yang bisa memberikan rezeki, kebahagiaan dan ketenteraman rumah tangga, pangkat dan jabatan, dll.

Kebiasaan menikmati bunyi suaranya anggungan perkutut yang indah ini dimulai sejak zaman Majapahit dan memang burung yang satu ini pada waktu itu biasanya hanya dipelihara oleh kalangan ningrat kerajaan yang semakin dikembangkan pada saat keraton Ngayogjakarta Hadiningrat dibawah Sri Sultan Hamnegku Buwono VII pada tahun 1877-1921.

Perkutut juga diyakini sebagai bilangan ke-lima dari kelengkapan seorang Priya sejati yang sempurna dalam tradisi Jawa yang berlatar kebudayaan keraton yaitu ; Wisma (rumah), Garwa (Istri), Curiga (Keris), Turangga (Kuda) dan Kukila (Perkutut). Perkutut merupakan alat pencipta kepuasan atau kenikmatan pribadi. Suara anggungannya dan keindahan fisiknya dapat memberikan suasana tenang, teduh, santai bahagia dan seolah-olah manusia dapat berhubungan dengan alam semesta secara langsung.

Sebagaimana yang telah dikemukakan pada awal tulisan ini, perkutut memiliki keistimewaan luar biasa karena dianggap memiliki kekuatan gaib yang dapat mempengaruhi pemiliknya berdasarkan ” Katuranggan ” yang dipercaya memiliki titisan darah gaib, juga berdasarkan ” Ciri mathi ” adalah ramalan dalam hubungan bentuk atau sifat tertentu seekor perkutut, sehingga dipercaya memiliki pengaruh baik (membawa keberuntungan/rezeki, ketenteraman rumah tangga, pangkat, dlsb.) atau buruk (membawa sial atau mala petaka) bagi pemilik atau si pemelihara tersebut.

Nah Bagi Pecinta atau Komunitas Pencinta Burung Perkutut Tulang Bawang Lampung ini juga lebih memilih perkutut lokal. yang rata rata mereka dapatkan dengan cara memikat dari alam bebas yang kemudian dipelihara dengan baik. 

Komunitas Pencinta Burung Perkutut Tulang Bawang Lampung yang memilki anggota sekitar 60 sampai 100 ornag ini mengadakan pertemuan setiap 15 hari sekali dan menjadikan ajang adu untuk berkumpul dan silaturahmi kepada sesama pencinta burung perkutut sambil bertukar pengalaman dalam hal memelihara dan mendapatkan burung yang baik dan bagus yang akan saya bahas dipostingan selanjut nya. 

ok selamat dan sukses buat Komunitas Pencinta Burung Perkutut Tulang Bawang Lampung semoga semakin solit dan bermanfaat bagi semua, salam Potret Pertanian. CARA MELATIH DENGAN CEPAT ANAKAN BURUNG SUPAYA CEPAT MAKAN SENDIRI

CARA MELATIH DENGAN CEPAT ANAKAN BURUNG SUPAYA CEPAT MAKAN SENDIRI

Potret Pertanian - Ada yang hobi memelihara burung,? Saya yakin sahabat Potret Pertanian banyak yang menjadi pencinta burung, Sebenarnya saya admin tidak hobi memelihara burung sih, abis nya kasihan bburung yang harusnya bias terbang bebas mengepakkan sayap menghiasi dunia pagi dengan kicaunya yang dengan beragam bunyi yang sangat menarik, tapi inilah yang menjadikan para pencinta burung untuk memiliki nya.

Nah kali ini saya akan membagikan CARA MELATIH DENGAN CEPAT ANAKAN BURUNG SUPAYA CEPAT MAKAN SENDIRI bagi para pencinta burung yang suka memelihara burung dari anakan. Cara ini saya dapatkan dari seseorang pemikat burung dan pemelihara burung yang kondang dikampung Balam Asri, yaitu saudara Supodo, dia seorang pemikat burung yang mumpuni dalam melaksanakan tugas-tugas pokok KPBBA ( Komunitas Pecinta Burung Balam Asri ). Ha ha ha kayak DPR ya ada tugas pokonya he he intermezzo aja.

Supodo membagikan cara yang unik untuk melatih burung piaraanya yang dia dapatkan dari mengambil anakan burung Perkutut dan Burung Balamyang yang baru menetas, dan dia pelihara dengan baik dan benar sesuai dengan pasal perburungan Balam asri, nah cara ini terbilang sedikit unik bagi Potret, Supodo mencampurkan anakan burung Balam dan burung Perkutut dengan anakan ayam kampong kampong yang baru beberapa hari menetas dalam satu sangkar burung yang terlihat digambar diatas.

Saya sempat heran dan menanyakan kenapa anak ayam dia campur dalam satu kandang burung. Menurut dia dengan mencampurkan anak ayam dengan burung anakan akan membuat anakan burung cepat bias makan sendiri, karena untuk anakan burung membutuhkan waktu yang sedikit lama untuk bias nakan dengan cara mematuk Pur burung ( makanan burung ) sedangkan ayam begitu menetas sudah bias mencari makan sendiri walau masih dibawah asuhan induk ayam. Nah dengan mencampurkan anak ayam kedalam sangkar burung tersebuat secara alami sudang mengajarkan burung tersebut untuk menirukan cara ayam makan.

Nah bagaimana gampang dan tak perlu butuh waktu  lama untuk membuat anakan burung balam dan burung perkutut untuk bisa makan sendiri. Menurut pengalaman Supodo Cuma butuh waktu 3 hari untuk melatih anakan burung untuk bisa menirukan anakan ayam yang dicampur dalam satu kandang atau sangkar.

Semoga artikel ini bermanfaat dan salam sukses buat para sahabat Potret Pertania dimanpun anda berada dan salam cinta lingkungan dan sayangi kekayaan alam yang beruka keanekargaman hayati, supaya Janis jenis kakayaan ala mini tetap terjaga selamanya.

Blog Archive

About

Blogroll

Blogger news

Popular Posts

Blogger templates

Wikipedia

Hasil penelusuran