Pages

Tampilkan postingan dengan label Peternakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peternakan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Oktober 2016

Cara Penanganan Darurat Prolapsus vagina Pada Ternak Sapi

Potret Pertanian -  Bagi para peternak sapi tentunya sudah tidak asing lagi dengan kasus keluarnya bagian organ genital ternak betina, yang disebut dalam bahasa medis adalah Prolapsus Vagina. beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya kasus ini adalah ternak kurang terpenuhi pakannya, bibit sapi dari varitas besar sedang indukanya dari varietas kecil sampai sedang. serta pola pemeliharaan yang kurang baik dan sifat gangguan yang berulang.
 
Seebelum Penanganan
Penyebab lain adalah pola pemeliharaan yang kurang baik, dalam hal ini kesadaran dalam menjaga kebersihan kandang, karena dalam hal ini penyakit tersebut adalah infeksi dari bakteri yang berpotensi munculnya penyakit Prolapsus Vagina.
 
setelah penanganan
Berikut cara penanganan darurat untuk sapi prolaps:
  1. Siapkan air bersih
  2. Sediakan 4 bungkus es batu (1 literan)
  3. Siapkan alkohol
  4. Siapkan jarum jahit/1 set alat jahit steril (kalo ga ada, pake jarum karung dan tali rafia, rebus dengan air panas dan rendam dalam alkohol 70 %)
  5. Cuci alat reproduksi yang keluar dengan air bersih, serta singkirkan sisa plasenta dan korpus luteum sekalian, lalu perlahan-lahan dengan menggunakan tangan yang telah di pasang hand gloves, masukkan seluruh organ reproduksi itu kedalam sampai masuk seluruhnya.
  6. Tekan mulut vagina dan masukkan es batu kedalam, utk membekukan darah
  7. Jahit luka sobeknya dengan jarum dan tali rafia
  8. Letakkan sapi pada alas tanah dengan posisi kaki depan lebih rendah daripada kaki belakang
  9. Usahakan ternak berada dalam ruang yang terbatas, ternak tidak dapat memutar
  10. Injeksi dengan vitamin A, D, E, K serta preparat kalsium (misal, Calidex 25 cc SC)
  11. Beri ternak makan dan minum secukupnya
  12. Setelah 3-4 hari dan luka sudah kering, jahitan bisa dibuka
  13. Segera di jual karena partus selanjutnya kemungkinan besar akan prolap
Nah demikian sekilas tentang  Cara Penanganan  Darurat Prolapsus vagina Pada Ternak Sapi, semoga bermanfaat buat para sahabat peternak dan salam sukses selalu dari Potret Pertanian.

Rabu, 28 September 2016

Cara Menanam Rumput Gajah Mini ( Pennisetum Purpureum)

Potret Pertanian - Rumput Gajah elephant grass, naper grass, Uganda grass bahasa latin pennisetum purpureum) adalah rumput bernutrisi tinggi berukuran besar yang biasanya dipakai sebagai pakan ternak seperti sapi, kambing, gajah, dll. Rumput gajah banyak dibudidayakan di Afrika karena ketahanannya terhadap cuaca panas.

Rumput gajah mini (Pennisetum Purpureum cv.Mott) adalah salah satu jenis rumput gajah yang baru dikembangkan sekarang ini. Ukurannya yang lebih kecil dari rumput gajah, membuatnya juga sering di sebut rumput gajah kerdil. Rumput ini dapat tumbuh pada berbagai macam tanah, sampai liat alkalis, dan sangat responsif terhadap pemupukan.

Rumput Gajah Mini adalah salah satu jenis rumput yang di tanam di halam rumah.Nama Latin atau nama lain rumput gajah mini yaitu pennisetum purperium schamach. Perawatan rumput gajah mini ini sangat mudah. Cara merawat rumput gajah mini yang pertama dan utama anda lakukan adalah telaten dan ulet menyiram, memupuk dan memangkasnya secara teratur.


Ciri-ciri dari Rumput Gajah Mini yaitu daun hijau pekat, tebal dan sejuk dipandang mata. Mempunyai tepi daun yang keriting merupakan ciri khas dari rumput gajah mini. Panjang daun rumput gajah mini sekitar 5cm bahkan ada yang 10cm, dengan akar sepanjang 5cm-8cm. Rumput gajah mini digunakan sebagai penutup tanah seperti karper hijau nan alami.Berikut ini gambar rumput gajah mini seperti ciri diatas 

Tips Cara Menanam Rumput Gajah Mini
  • Langkah pertama yaitu gemburkan tanah menggunakan cangkul. Cangkul dan balikkan tanah hingga kedalaman sekitar 15cm. Setelah itu, ratakan permukaan tanah.
  • Yang Kedua siapkan rumput dalam bentuk dan ukuran kecil. Pecah rumput besar menjadi ukuran lebih kecil, antara 3cm-5cm. kemudian tanam rumput kedalam tanah hingga seluruh akarnya tertimbun. Benamkan rumput secara motif zigzag sehingga pertumbuhan rumput subur, rapat, dan rapi.
  • Ketiga yaitu perkuat “ikatan” rumput dengan tanah. Pukul perlahan permukaan rumput hingga akarnya melekat kedalam tanah. Serta Ratakan juga posisi rumput dan permukaan lebar batu bata atau balok kayu. Diamkan rumput selama satu minggu hingga akarnya tumbuh.
  • Yang KeEmpat mulailah taburkan pupuk urea dan NPK secara merata. Lakukan proses ini dua minggu kemudian.
  • Siram dengan air menggunakan gembor (ceret) yang berlubang kecil. Tekanan rendah akan menghindari penggenangan air pada tanah dan rumput yang dapat mengakibatkan pembusukkan rumput.
Setelah mengikuti tips cara menanam rumput gajah mini dengan baik dan benar, rumput gajah mini akan tumbuh subur dan lebat seperti yang kita harapkan. Namun demikian apabila rumput gajah mini tersebut tidak terawat dengan baik akan terlihat tidak rapi bahkan mati. Berikut ini tips cara merawat rumput gajah mini

Cara Merawat Rumput Gajah Mini
  • Penyiraman secara rutin menggunakan air tawar, takaran disesuaikan dengan keadaan cuaca atau kelembapan tanah
  • Pemberantasan rumput liar disekitar ladang rumput gajah mini tersebut.
  • Edging atau pembatasan pertumbuhan rumput gajah mini. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan keindahan tata ruang
  • Pemupukan & pengobatan guna enciptakan suasana hijau dan asri, menjaga pertumbuhan dan menghindarkan dari hama.
  • Menyulam atau menambahi bagian yang tertanam tidak merata
Harga jual dari rumput ini sangatlah menjanjikan untuk dibudidayakan. Harga rumput gajah mini berkisar antara 25rb - 30rb per kotak/blok. Ini menjadikan bisnis tanaman rumput gajah mini sangat maju pesat karena Cara Menanam dan Perawatan Rumput Gajah Mini sangatlah mudah. Rumput gajah mini menjadi salah satu tanaman berguna dan bermanfaat untuk dibudidayakan dan di tanam sebagai pelangkap keindahan

Selasa, 13 September 2016

Cara Pembibitan Burung Puyuh

Potret Pertanian - Sahabat semua senang sekali hari ini saya dapat kembali berbagi yang saya beri judul Cara Pembibitan Burung Puyuh yang dalam artikel sebelumnya sudah kita bahas Tips Berternak Burung Puyuh, semoga artikel ini bermanfaat dan berguna bagi yang lagi mencari referensi untuk membudidayakan. selamat membaca dan saya ucapakan terimakasih telah mampir dan berkenan membaca artikel ini. nah berikut sekilas Cara Pembibitan Burung Puyuh.

Hal yang perlu diperhatikan oleh peternak sebelum memulai usahanya, adalah memahami 3 (tiga) unsur produksi usaha perternakan yaitu bibit/pembibitan, pakan (ransum) dan pengelolaan usaha peternakan. Pemilihan bibit burung puyuh disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan, ada 3 (tiga) macam tujuan pemeliharaan burung puyuh, yaitu: 
  • Untuk produksi telur konsumsi, dipilih bibit puyuh jenis ketam betina yang sehat atau bebas dari kerier penyakit.
  • Untuk produksi daging puyuh, dipilih bibit puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran. 
  • Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, dipilih bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina agar dapat menjamin telur tetas yang baik. 
  • Bibit puyuh yang dipelihara harus bebas dari penyakit unggas antara lain : Avian Influenza (AI), New Castle Disease (ND), Fowl Cholera, Fowl typhoid, Paratyphodin, Arizona, Infectious Bursal Disease (IBD), Pullorum Avian Encephalomyekitis, Aspergilosis, Coccidiosis, Infectious Coryza, Omphalitis, E. Coli, Laringo tracheitis, Alfatoxosis.

Dalam proses pemilihan bibit, harus mengetahui standar kualitas bibit puyuh antara lain : 
  • Bibit yang dibudidayakan yaitu anak puyuh umur 1 hari (DOQ) atau puyuh grower yang siap bertelur
  • Bibit tersebut berasal dari induk puyuh yang mempunyai kemampuan bertelur relatif tinggi, yaitu 300- 310 butir per ekor per tahun dengan kriteria :
  • Berat DOQ 7 - 8 gram per ekor
  • Kondisi fisik sehat, kaki normal dan dapat berdiri tegak, tampak segar dan aktif, tidak dehidrasi, tidak ada kelainan bentuk dan tidak cacat fisik, dubur dan pusat kering dan bersih
  • Warna bulu seragam sesuai dengan warna galur (strain) dan kondisi bulu kering dan mengembang
Penyeleksian Bibit Untuk Peningkatkan Mutu Bibit

a. Telur tetas dengan fertilitas dan daya teteas tinggi berasal dari induk dengan masa produksi yang cukup (4 - 8 bulan)

b. Calon bibit (induk) yang baik mempunyai sifat genetis sebagai berikut :
  • Berasal dari induk dengan keturunan puyuh yang mempunyai kemampuan bertelur relatif tinggi
  • Berasal dari induk yang menghasilkan telur yang cukup besar dengan berat standar 10 - 12 gram per butir.
  • Berasal dari induk yang sehat, tahan stress dan tidak mudah kaget.
  • Berasal dari induk dengan kemampuan produksi selama 1, 5 - 2 tahun.
Pemberian Pakan

Ransum (pakan) yang dapat diberikan untuk puyuh terdiri dari beberapa bentuk, yaitu: bentuk pallet, remah-remah dan tepung. Karena puyuh yang suka usil memtuk temannya akan mempunyai kesibukan dengan mematuk-matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali sehari pagi dan siang. Sedangkan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum hanya satu kali sehari yaitu di pagi hari. Untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan terus-menerus.

Pemeriksaan Hewan Qurban SawahluntoUntuk Memastikan Aman Dikonsumsi,

Pemeriksaan Hewan Qurban Oleh Dinas peternakan Sawah Lunto ( Yance Dumupa, AM.d )
Potret Pertanian - WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO – Jelang penyembelihan hewan qurban dalam beberapa hari kedepan, seluruh hewan qurban yang akan disembelih dan kemudian dagingnya dibagikan ketengah masyarakat, terlebih dahulu hewan tersebut diperiksa untuk memastikan keamanan saat dikonsumsi. 

Hal itu disampaikan Staf Puskeswan Dinas Pertanian Kehutanan dan Peternakan kota Sawahlunto, Yance Dumupa pada warta-andalas.com, Senin (14/10) sesaat sebelum ia memulai aktifitasnya melakukan pemantauan hewan qurban di kawasan Talawi. 

Menurut Yance, pemeriksaan hewan kurban tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penyakit hewan yang bisa saja terjangkit pada hewan yang akan dijadikan sebagai hewan qurban. 

 “Ada beberapa jenis penyakit pada hewan seperti sapi yang harus diwaspadai agar nantinya setelah dikonsumsi masyarakat, tidak menimbulkan penyakit,” ujar Yance, lulusan D3 IPB tahun 2005 silam itu. 

 Adapun sejumlah penyakit hewan yang harus diwaspadai, lanjut Yance, salahsatunya adalah Elmintes atau cacingan. 

“Selain itu, kita juga akan memeriksa hewan qurban terkait betina yang sedang dalam keadaan bunting serta hewan produktif yang masih bisa hamil lagi. 

Sebab, untuk hewan bunting dan yang masih bisa melahirkan itu tidak boleh di sembelih. Maka dari itu, kita akan memeriksa ovarium atau alat reproduksinya., ”terang pria asal Nabire Papua itu. 

Dikatakan Yance, selain memeriksa kondisi kesehatan dan kehamilan serta usia produktif pada hewan qurban itu, dalam pemeriksaan ini juga mengawasi tentang hewan yang masih tergolong dibawah umur. 

Lebih jauh Yance menyampaikan bahwa pemeriksaan hewan qurban kota Sawahlunto yang melibatkan 12 personel terdiri dari 10 paramedis dan dua orang dokter hewan masing-masing Ferry Okto Viantris serta Getradora itu, telah dimulai sejak kamis kemarin dan dijadwalkan akan berjalan hingga H-1 hari Raya Qurban. “Dalam pemeriksaan yang telah berjalan, sejauh ini belum ditemukan adanya indikasi penyakit pada hewan yang akan diqurbankan. 

Namun jika nanti ditemukan, akan segera kita ambil langkah-langkah sesuai dengan aturan yang ada, sehingga daging yang dikonsumsi nanti dipastikan terbebas dari ancaman penyakit, dan aman dikonsumsi,” pungkasnya. (ap)

Tips Berternak Burung Puyuh

Potret Pertanian - Burung Puyuh adalah nama untuk beberapa genera dalam familia Phasianidae. Burung ini berukuran menengah. Burung puyuh dari Dunia Baru dan puyuh kancing tidak berkerabat dekat namun nama mereka memiliki perilaku dan karakteristik fisik yang mirip.

Burung puyuh adalah unggas daratan yang kecil namun gemuk. Mereka pemakan biji-bijian namun juga pemakan serangga dan mangsa berukuran kecil lainnya. Mereka bersarang di permukaan tanah, dan berkemampuan untuk lari dan terbang dengan kecepatan tinggi namun dengan jarak tempuh yang pendek. Beberapa spesies seperti puyuh jepang adalah migratori dan mampu terbang untuk jarak yang jauh. Beberapa jenis puyuh diternakkan dalam jumlah besar. Puyuh jepang diternakkan terutama karena telurnya.
( Wikipedia )

Beternak burung puyuh memiliki banyak keuntungan serta sangat prospektif disebabkan peluang usaha dan pasarnya yang cukup besar. Dewasa ini permintaan akan telur puyuh semakin meningkat, keadaan ini membuat peternak semakin yakin akan prospek usaha beternak puyuh memiliki jaminan pemasaran yang cukup bagus/menjanjikan. Telur puyuh berbeda dengan telur unggas lainnya, ukuran telur puyuh lebih kecil dan warnanya bermacam-macam. Namun walaupun telur puyuh berbeda-beda warna (warna coklat tua, coklat kehitam-hitaman, coklat kebiru-biruan, dll), akan tetapi mempunyai nilai gizi yang baik sebagai telur konsumsi. Seekor puyuh memiliki kemampuan dalam memproduksi telur sekitar 250 - 300 butir per tahun, sedikit lebih rendah daripada produksi ayam negeri yang mencapai 325 -350 butir ekor per tahun, namun jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan jumlah produksi telur yama kampung yang hanya 150 butir per ekeor per tahun. puyuh afkir/pedaging bisa dijual atau diolah untuk dikonsumsi sebagai santapan yang lezat.

Lokasi Kandang Puyuh

Lokasi yang baik dan cocok untuk beternak burung puyuh harus memenuhi syarat diantaranya lokasinya harus jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk, mempunyai strategi transportasi, terutama jalur sapronak dan jalur-jalur pemasaran. Lokasinya terpilih bebas dari wabah penyakit, bukan merupakan daerah sering banjir, merupakan daerah yang selalu mendapatkan sirkulasi udara yang baik. Persyaratan teknis lokasi kandang sebagai berikut :
  • Memperhatikan tata letak kandang, drainase dan sistem pertukaran udara, cukup mendapatkan sinar matahari
  • Letak kandang dekat dengan sumber air, tidak bising dan sejuk
  • Kepadatan dan daya tampung kandang disesuaikan dengan umur puyuh
Perkandangan

Perlengkapan kandang berupa tempat makan, tempat minum, tempat bertelur dan tempat obat-obatan. Dalam sistem perkandangan yang perlu diperhatikan adalah temperatur kandang yang ideal atau normal berkisar 20-25 derajat C; kelembaban kandang berkisar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukup 25-40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar matahari pagi dapat masuk kedalam kandang. Model kandang puyuh ada 2 (dua) macam yang biasa diterapkan yaitu sistem litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere). Ukuran kandang untuk 1 m2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjuntnya menjadi 60 ekor untuk umur 10 hari sampai lepas masa anakan. Terakhir menjadi 40 ekor/m2 sampai masa bertelur. Adapun kandang yang biasa digunakan dalam budidaya burung puyuh adalah:

a. Kandang untuk pembibitan

Kandang ini berpegaruh langsung terhadap produktifitas dan kemampuan mneghasilkan telur yang berkualitas. Besar atau ukuran kandang yang akan digunakan harus sesuai dengan jumlah puyuh yang akan dipelihara. Idealnya satu ekor puyuh dewasamembutuhkan luas kandang 200 m2.

b. Kandang untuk induk petelur

Kandang ini berfungsi sebagai kandang untuk induk pembibit. Kandang ini mempunyai bentuk, ukuran, dan keperluan peralatan yang sama. Kepadatan kandang lebih besar tetapi bisa juga sama. 

c. Kandang untuk anak puyuh/umur stater(kandang indukan)

Kandang ini merupakan kandang bagi anak puyuh pada umur starter, yaitu mulai umur satu hari sampai dengan dua sampai tiga minggu. Kandang ini berfungsi untuk menjaga agar anak puyuh yang masih memerlukan pemanasan itu tetap terlindung dan mendapat panas yang sesuai dengan kebutuhan. Kandang ini perlu dilengkapi alat pemanas. Biasanya ukuran yang sering digunakan adalah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm. (cukup memuat 90-100 ekor anak puyuh). 

d. Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu) 

Bentuk, ukuran maupun peralatannya sama dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang biasanya berupa kawat ram.

Sabtu, 10 September 2016

Tips Menjodohkan Burung Kinari Jantan dan Betina

Potret Pertanian - Ada yang hobi burung,.?! Saat ini tak hanya ibu-ibu yang hobi burung, tapi para bapak-bapak juga hobi burung, padahal sudah punya burung sendiri, tapi kayaknya para bapak-bapak tak cukup punya burung satu saja, dan taksedikit yang rela untuk merogoh kocek untuk menambah burung, He he nah semoga cuma bapak-bapak saja ya yang punya hobi koleksi burung, jangan sampai ibu-ibu juga punya hobi yang sama, ha ha ha.. Nah berikut cara supaya para bapak-bapak tidak perlu merogoh kocek lagi buat koleksi Burung, ini ada sedikit Tips Menjodohkan Burung Kinari Jantan dan Betina.

Burung kenari merupakan burung hias yang pandai berkicau. Burung ini menjadi favorit karena keindahan serta kemampuannya yang dapat menyenangkan para penggemarnya. Burung kenari pandai berkicau dan perawatannya pun tergolong mudah. Keuntungan lain dari burung kenari adalah kemungkinannya untuk dikonteskan atau dilombakan. Kicauan burung kenari pun dapat menghasilkan prestasi jika memang sangat indah. Alasan-alasan tersebut menjadi penyebab burung ini menjadi yang paling difavoritkan untuk dikembangbiakkan dan dibudidayakan.

Upaya pembudidayaan burung kenari dilakukan dengan menjodohkan burung kenari jantan dan burung kenari betina. Akan tetapi, dalam menjodohkan burung kenari perlu dikenali apakah burung kenari sudah siap dikawinkan atau belum. Burung kenari yang sudah siap dikawinkan memiliki ciri-ciri yang akan muncul di masa kawinnya. Berikut ini ciri-ciri burung kenari siap kawin berdasarkan jenis kelaminnya.

  • Ciri-ciri pada burung kenari jantan; burung kenari jantan yang siap kawin akan menunjukkan kesiapannya dari kicauannya yang besar dan gacor dan lebih sering menari ke kanan dan ke kiri. Sambil menari, burung kenari jantan akan menurunkan sayapnya setengah badan. Selain itu, burung kenari jantan siap kawin akan sering meloncat dan menabrak sangkar.
  • Ciri-ciri pada burung kenari betina; burung kenari betina yang siap kawin akan memiliki alat kelamin yang bengkak dan merah. Selain itu, burung kenari betina akan mengeluarkan suara memanggil burung kenari jantan dengan bunyi cit cit cit.
Jika burung kenari jantan dan betina telah menunjukkan tanda-tanda di atas, maka mereka siap dikawinkan dengan cara dijodohkan. Bagaimanakah cara menjodohkan burung kenari dengan benar? Berikut ini langkah-langkahnya yang dapat anda ikuti dengan mudah.

  • Langkah pertama adalah dengan mendekatkan burung kenari jantan dan betina. Jika sudah sering didekatkan dengan mendekatkan sangkar keduanya.
  • Langkah kedua adalah mengenali tanda berjodoh. Jika memang setelah didekatkan mereka berjodoh maka akan muncul tanda jodohnya. Tanda-tanda tersebut adalah burung kenari jantan yang sering menyuapi kenari betina makanan atau dapat juga terlihat saling mematok paruhnya seperti berciuman.
  • Langkah ketiga jika tanda-tanda tersebut telah muncul adalah dengan menyatukan kenari jantan dan betina pada satu sangkar. Sangkar yang biasa digunakan adalah sangkar burung kenari betina.
  • Langkah keempat adalah dengan melakukan pengamatan. Jika tidak bertengkar maka akan terjadi perkawinan di antara keduanya. Pastikan telah terjadi dua kali berkawinan, baru burung kenari jantan dapat dikembalikan ke kandangnya. Jika belum, tunggu hingga terjadi dua kali. Terkadan tidak semua jenis burung kenari langsung melakukan perkawinan. Ada juga burung kenari yang membutuhkan waktu lebih lama. Oleh karena itu, biasanya dibutuhkan waktu minimal tiga hari untuk memastikan telah terjadi perkawinan.
Jika semua tahapan telah dilalui maka anda telah berhasil menjodohkan burung kenari. Burung kenari kemudian akan berkembangbiak dengan bertelur dan menghasilkan keturunan. Jika terus menerus dilakukan, maka budidaya burung kenari telah berhasil anda lakukan dan jumlah burung kenari anda pun akan terus bertambah banyak. Oleh karena itu jodohkanlah burung kenari anda dengan cara yang benar untuk menghasilkan banyak keturunan.

Prospek Usaha Peternakan Ayam Kalkun

Potret Pertanian - Bicara soal peluang usaha pasti tidak akan ada habisnya, salah satu yang populer di kalangan masyarakat adalah usaha peternakan, usaha ini banyak ditekuni oleh masyarakat karena dinilai memiliki hasil yang menguntungkan dan sudah banyak yang membuktikannya, namun tak jarang juga yang gagal dengan usaha ini karena berbagai hal yang terjadi. Karema menyinggung tentang usaha ternak maka saya akan sedikit mengulas tentang salah satu usaha yang menurut saya memiliki prospek yang menarik yaitu usaha ternak ayam kalkun, seperti yang kita ketahui bahwa kalkun merupakan unggas yang jarang terlihat di berbagai tempat karena memang masih jarang yang memeliharanya atau menernaknya, namun apakah kalian mengetahui kalau harga jual atau beli dari ayam kalkun ini terus meningkat? mungkin sebagian dari kalian belum begitu tahu tentang harg apasaran ayam ini, akan tetapi harga kalkun ini di beberapa daerah terus terjadi persaingan yang cukup ketat.

Harga jual ayam ini tergantung pada umurnya, jadi semakin tua umurnya pasti harganya pun akan semakin mahal, untuk kalkun yang DOC harganya berkisar 30 ribuan per ekor, umur 2 minggu sekitar 45 ribu per ekor, umur 3 minggu 55 ribu per ekor, umur 1 bilan 65 ribu per ekor, umur 2 bulan 100 ribu per ekor, usia 3 bulan 275 ribu per pasang, umur 4 bulan 375 ribu per pasang, umur 6 bulan 575 ribu perpasang, indukannya 750 ribu per pasang dan bahkan ada yang harganya sampai 1 juta lebih.

Harga diatas bukanlah menjadi patokan harga ayam kalkun saat ini karena disetiap daerah memiliki harga pasaran masing-masing. Ayam kalkun juga memiliki harga karkas atau daging yang lumayan tinggi, sekitar 45 sampai 50 ribu per kgnya. Bila melihat harga pasaran ayam kalkun tersebut pastinya membuat kita tertarik untuk membudidayakannya, terlebih lagi bila didaerah kalian masih jarang peternak kalkun pasti prospeknya akan jauh lebih bagus, didaerah saya sendiri masih jarang masyarakat yang memelihara atau menernak kalkun sehingga bila ada waktu luang saya juga akan mencobanya.
 
Bila kalian memang tertarik untuk mencoba usaha ternak ini maka yang perlu kalian perhatikan adalah saat mencari bibit atau indukan ayam kalkun yang bagus itu memiliki ciri-ciri nafsu makan yang baik, warna kotorannya normal, gerakannya gesit, serta memiliki kaki dan badan yang besar, sedangkan ayam kalkun yang memiliki kriteria kurang baik yaitu kakinya terlihat kering dan kapalan, jarinya kering dan bengkok, bulunya terlihat kusam, matanya melotot namun pandangannya sayu, ujung mulutnya terdapat sobekan warna merah, sering menyendiri dan juga tidak nafsu makan, baca juga artikel tentang.
 
baca juga ;

Cara Pengobatan Penyakit pada Ayam Kalkun

Potret Pertanian - Seperti unggas lain, kalkun juga bisa terserang penyakit. Untuk pencegahan penyakit pada unggas, kita bisa memberikan vaksin. Namun pemberian vaksin ini harus tepat dosisnya, jika tidak kalkun malah akan mati. Vaksin untuk kalkun sama dengan vaksin untuk unggas lain. Aturan dan dosisnya bisa melihat pada kemasan. Lebih baik lagi jika kita sebelumnya berkonsultasi dengan dinas kesehatan ternak.

Untuk vaksin, yang bisa digunakan adalah Vaksin ND Hitchner B1 dan vaksin ND LASOTA yang diberikan dengan cara Suntik / air minum mencegah penyakit ND . Berikan juga obat cacing yang  di ulang 2-3 bulan sekali untuk mencegah cacingan.

Selain vaksin, banyak peternak yang lebih suka mengobati kalkunnya dengan obat-obatan herbal, dan sebagian lagi dengan obat yang biasa dikonsumsi oleh manusia. Dibawah ini adalah beberapa contoh penyakit kalkun dan cara mengobatinya.

1. Pilek/hidung berlendir.

Penyakit ini secara medis dinamakanInfectious Bronchitis (IB). Kalkun yang terserang penyakit ini mempunyai ciri-ciri hidungnya keluar lendir, sayapnya menggantung dan nafasnya berbau. Lama kelamaan, kalkun akan mengalami penurunan  nafsu makan. Jika sudah parah, maka kalkun harus disuapi agar tetap bisa bertahan hidup. Sebagai pencegahan, lokasi kandang harus kering, tidak lembab. Usahakan juga agar disekitar kandang tidak terdapat selokan yang mempunyai air kotor dan tergenang. Penularan penyakit ini terjadi lewat gigitan nyamuk, lalat dan kontaminasi air minum. Jika terlihat tanda-tanda tersebut, kalkun sakit segera dipisahkan dan diberi obat seperti tetrachlor.

2. Cacar/bercak merah

Penyakit ini disebabkanoleh virus familia poxviridae dan genus Avipoxvirus. Kalkun yang terserang dipenuhi bercak-bercak merah diseluruh tubuhnya. Pengobatan dan pencegahan dengan vaksin dilakukan setelah terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter hewan. Sebagai obat tradisional, kita bisa membuat ramuan dari bensin yang dicampur oli (baru). Campuran ini kita kuaskan pelan-pelan ke permukaan tubuh yang terkena bercak-bercak cacar. Beberapa peternak mengatakan cara tradisional ini cukup ampuh.

3. Lumpuh.

Lumpuh pada kalkun disebabkan karena pakan berlebih. Kelebihan pemberian pakan ini mengakibatkan kalkun mengalami obesitas. Kalkun muda yang tulangnya belum kuat tidak akan mampu menahan berat tubuhnya. Untuk itu, pemberian makanan harus terkontrol dengan baik. Untuk pencegahan, kita bisa memberikan konsentrat AD1 (untuk kekuatan tulang) pada ransum makanan kalkun muda.

Kelumpuhan pada kalkun muda juga bisa diakibatkan karena konsumsi daun pepaya. Kalkun yang terserang akan mengalami lumpuh total dan jari-jarinya bengkok kedalam. Sebagai pencegahan, kalkun usia dibawah tiga bulan sebaiknya tidak kita beri daun pepaya.

4. Kolera.

Gejala pada kalkun yang terserang yaitu pial yang terlihat membengkak. Jika kalkun terserang kolera, bisa diobati dengan antibiotik seperti tetrasiklin atau streptomycin.

5. Blackhead/Histomoniasis

Kalkun yang terserang menunjukkan gejala-gejala susah makan, berat badan turun dan kotorannya berwarna kuning. Penyebab penyakit ini adalah protozoa Histomonas meleagridis. Kalkun yang terserang sebaiknya dikarantina agar tidak menular ke kalkun lain. Sebagai tindakan pengobatan, gunakan Emtryl, yang mengandung dimetridazole.

6. Avian Infuenza/Flu burung

Guna mencegah penularan virus flu burung, diperlukan biosecurity. Langkah ini adalah langkah yang mudah dilakukan jika kita tahu caranya. Kasus-kasus penularan virus flu burung ini pada dasarnya terjadi karena kurangnya pengetahuan peternak, kurang sosialisasi, dan ketidak disiplinan. Sebagai langkah awal, pastikan dulu bahwa kalkun yang anda beli sudah divaksin dan berasal dari peternakan yang bisa dipertanggungjawabkan dari sisi kesehatannya. Vaksin untuk H5N1 ini sebenarnya disediakan gratis oleh pemerintah. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak mem-vaksin ternak anda. Langkah selanjutnya, selalu menyemprot areal kandang dan lokasi-lokasi yang menjadi akses ke kandang. Penyemprotan dilakukan dengan desinfektan dua kali sehari, yaitu pagi dan sore. Kemudian, setiap pintu masuk lokasi kandang harus kita beri larutan desinfektan dalam ember atau baskom. Manusia yang ingin memasuki kandang kita persilahkan untuk mencelupkan tangan dan kaki mereka dalam larutan tersebut.

Salah satu desinfektan yang cukup ampuh memberantas virus flu burung, dan beberapa penyakit lainnya, adalah Benzalkonium Chloride. Obat ini bisa dibeli di poultry shop dengan nama dagang yang bermacam-macam dan harganya terjangkau.

7. Herbal untuk kalkun.

Herbal sebagai tindakan pencegahan, dilakukan peternak saat musim pancaroba. Herbal ini dinilai lebih ampuh dan murah. Bahan-bahannya pun mudah diperoleh. Untuk membuat ramuan herbal ini kita siapkan saja jahe dan kencur sesuai kebutuhan. Kedua bahan ini kita cuci, kupas dan digiling halus atau diparut. Setelah campuran siap, suapkan ke kalkun muda (umur kira-kira 4 bulan) dengan dosis seperempat sendok teh. Sementara untuk kalkun kecil, ramuan tersebut kita campurkan ke dalam pakan. Saat musim penghujan, ramuan ini bisa menambah daya tahan dan mengusir berbagai penyakit.

Selain menggunakan herbal, peternak kalkun menggunakan juga obat untuk manusia seperti obat-obatan untuk flu dan masuk angin. Obat ini diberikan setengah dosis saja,

Penggunaan obat manusia ini juga ada gunanya bagi kita. Jika kalkun suatu saat kita potong, maka dagingnya aman untuk dikonsumsi. Sedangkan kalkun yang mengkonsumsi obat-obatan khusus unggas, tidak boleh begitu saja dipotong dan dikonsumsi.

Mengenal Ayam Kalkun - Potret Pertanian

Potret Pertanian - Ayam kalkun adalah sebutan untuk dua spesies burung berukuran besar dari ordo Galliformes genus Meleagris.

Kalkun betina lebih kecil dan warna bulu kurang berwarna-warni dibandingkan kalkun jantan. Sewaktu berada di alam bebas, kalkun mudah dikenali dari rentang sayapnya yang mencapai 1,5-1,8 meter.

Spesies kalkun asal Amerika Utara disebut M. gallopavo sedangkan kalkun asal Amerika Tengah disebut M. ocellata.

Kalkun hasil domestikasi yang diternakkan untuk diambil dagingnya berasal dari spesies M. gallopavo yang juga dikenal sebagai kalkun liar (Wild Turkey). Sedangkan spesies M. ocellata kemungkinan adalah hasil domestikasi suku Maya. Ada orang yang berpendapat kalkun yang diternakkan untuk diambil dagingnya berasal dari kalkun suku Maya. Alasannya kalkun suku Maya lebih penurut dari kalkun liar asal Amerika Utara, tapi teori ini tidak didukung bukti morfologis. Kalkun hasil domestikasi mempunyai pial (bagian bergelambir di bawah paruh) sebagai bukti bahwa kalkun negeri berasal dari kalkun liar M. gallopavo. Kalkun M. ocellata yang dipelihara orang Maya tidak memiliki pial.

Kalkun liar merupakan hewan buruan di Amerika Utara, tapi tidak seperti kalkun negeri, kalkun liar gesit dan pandai terbang.

Kalkun dalam berbagai bahasa

Ketika kalkun pertama kali ditemukan di Amerika, orang Eropa salah mengenalinya sebagai burung asal Afrika Numida meleagris yang juga dikenal sebagai "ayam turki" karena diimpor dari Eropa Tengah melalui Turki. Dalam bahasa Inggris, kalkun tetap disebut sebagai "Turkey" hingga sekarang. Kalkun termasuk genus Meleagris yang dalam bahasa Yunaniberarti "unggas asal Guinea".

Nama-nama dalam berbagai bahasa dunia untuk kalkun hasil domestikasi juga mencerminkan nama negeri asal kalkun yang "eksotik" menurut orang zaman dulu. Sekaligus terlihat kebingungan orang zaman dulu tentang negara asal kalkun. Pada waktu, orang percaya lokasi benua Amerika yang baru saja ditemukan terletak di Asia Timur. Selain itu, orang zaman dulu suka menamakan binatang dengan nama-nama tempat yang jauh dan eksotis supaya bisa dijual mahal.

Kalkun merupakan ejaan bahasa Indonesia untuk bahasa Belanda "kalkoen" yang diambil dari nama kota Kalikut di India. Sedangkan Ayam Belanda merupakan sebutan bahasa Melayu untuk kalkun. Dalam bahasa Denmark dan Norwegia, kalkun juga disebut sebagaikalkun, atau kalkon (bahasa Swedia), Kalkuun (bahasa Jerman hilir), kalkkuna (bahasa Finlandia), dan kalakuna dalam bahasa Papiamento.
  • Dalam bahasa Nahuatl, kalkun liar disebut guajolote (ejaan lama: xuehxolotl).
  • Dalam bahasa Spanyol disebut Pavo.
  • Dalam bahasa Turki disebut hindi yang artinya "asal India." Orang Perancis juga menyebutnya d'inde (kependekan dari bahasa Perancis poulet d'inde yang berarti "ayam dari India").
  • Dalam bahasa Katalan disebut gall dindi (ayam India).
  • Dalam Bahasa Ibrani disebut tarnegol hodu, yang secara harafiah berarti "ayam India". Secara kebetulan, hodu (India) merupakan homonim yang juga berarti "terima kasih" (bahasa Inggris: "thanks"). Sehingga sering ada salah pengertian, "tarnegol hodu" dikira berarti "ayam untuk Thanksgiving".
  • Dalam bahasa Rusia disebut indiuk , indyk dalam bahasa Polandia, atau indik dalam bahasa Yiddish yang semuanya berarti India.
  • Dalam bahasa Malta disebut dundjan (dibaca dondyan) yang walaupun samar-samar berarti India.
  • Dalam bahasa Arab disebut deek roumi  yang berarti ayam jantan Romawi atau burung Ethiopia.
  • Dalam bahasa Portugis disebut peru, sama seperti nama negara Peru.
  • Dalam bahasa Yunani disebut gallopoula yang berarti "burung Perancis".
  • Dalam bahasa Bulgaria disebut  (puijka) atau  (misirka) yang berarti negara Mesir.
  • Dalam bahasa Gaelik Skotlandia disebut cearc frangach yang berarti "Ayam Perancis".
  • Dalam bahasa Italia disebut tacchino.
  • Dalam bahasa Jepang disebut  (shichimencho ayam tujuh wajah?) atau chilmyeonjo dalam bahasa Korea. Bagian kepala kalkun jantan yang tidak berbulu bisa berubah-ubah warna, sehingga orang menganggap wajah kalkun bisa berubah tergantung pada suasana hati.
  • Dalam bahasa Tionghoa disebut huoji karena kepalanya yang merah seperti warna api.

Kamis, 08 September 2016

Cara Budidaya Kroto yang baik dan benar

Potret Pertanian - Keberadaan kroto dari waktu ke waktu kian langka saja. Di pasar pasar tradisional terutama di penjual pakan burung, kroto nyaris selalu habis, bahkan kosong alias langka. Coba buktikan saja di lingkungan sekitar anda. Tentu saja bila dianalisa, banyak faktor yang menyebabkannya. Selain jumlah permintaan yang semakin besar, juga stok produksinya yang semakin berkurang. 

Jauh sebelum permintaan membludak, kroto didapatkan dari perburuan di alam bebas. Lama kelamaan keberadaan kroto semakin langka. Budidaya kroto dipandang sebagai jalan keluar untuk mendapatkan kroto dalam jumlah banyak dan kontinyu.

Tidak semua jenis semut bisa dibudidayakan dan menghasilkan kroto yang digunakan sebagai pakan burung atau ikan. Semut rangrang yang telah berhasil dibudidayakan secara meluas adalah jenis Oecophylla smaragdina. Habitat semut rangrang ini tersebar mulai dari Asia hingga ke Australia bagian utara.

Persiapan budidaya kroto

Dalam sistem budidaya, semut rangrang bisa hidup dalam sarang buatan. Sarang atau kandang untuk semut rangrang bisa dibuat dari paralon, bambu, toples, dan lain sebagainya. Adapun langkah-langkah persiapan untuk budidaya kroto adalah sebagai berikut:

a. Menyiapkan bibit koloni

Bibit koloni untuk budidaya kroto bisa didapat dari hasil tangkapan di alam atau membelinya dari petani lain. Ada kiat-kiat tersendiri untuk mendapatkan bibit koloni dari alam, yang akan kami uraikan dalam tulisan terpisah.

Bila kesulitan mendapatkan bibit koloni dari alam, kita bisa membeli bibit kroto pada pembudidaya lain. Bibit kroto biasanya dijual dalam kemasan stoples atau botol plastik bening. Harganya cukup mahal, satu botol plastik berukuran 1 liter harganya sekitar 150-200 ribu rupiah.

b. Membuat kandang

Pada kesempatan kali ini kami akan menjabarkan cara membuat kandang kroto menggunakan paralon. Kandang paralon lebih praktis, fleksibel dan mudah perawatannya. Adapun kelebihan dari media paralon adalah sebagai berikut:
  1. Membuatnya mudah, tinggal memotong paralon dengan panjang yang sama. Kemudian susun dalam rak, media langsung bisa digunakan.
  2. Media tahan lama, bisa untuk 5-10 tahun.
  3. Paralon umumnya gelap atau kedap cahaya, namun kedua sisinya terbuka. Lingkungan yang baik bagi semut rangrang yang membutuhkan intensitas cahaya sekitar 0,01-0,06 lm/m2 saja.
  4. Karena bentuknya silinder, bila disusun dengan baik posisinya akan saling menguatkan dan tidak mudah berpindah.
  5. Lebih mudah dalam pemanenan dan meminimalkan kematian koloni pasca panen. Serta mudah dibersihkan.
Berikut ini tahapan pembuatan kandang untuk budidaya kroto:
  1. Buat sebuah rak bersusun 2 tingkat. Rak bisa dibuat dari mambu, kayu atau besi. Ukuran rak disesuaikan dengan ukuran tempat.
  2. Letakkan setiap kaki rak di atas wadah plastik, bisa mangkuk atau piring arau potongan kaleng. Berikan air pada wadah tersebut, bisa juga dengan memberikan cairan oli bekas, agar cairan tidak cepat menguap dan kering.
  3. Penggenangan kaki-kaki rak dalam cairan tersebut bertujuan untuk menghindari kaburnya koloni semut rangrang. Bagian-bagian rak tidak boleh bersentuhan dengan dinding atau benda lainnya.
  4. Pilih paralon berdiameter 12 cm, kemudian potong panjang masing-masing sekitar 50 cm, atau sesuaikan dengan lebar rak.
  5. Susun paralon tersebut dalam rak, berikan daun-daunan dalam paralon untuk merangsang semut rangrang membuat sarang. Langkah selanjutnya adalah menebarkan bibit koloni pada kandang tersebut.
  6. Kandang harus diletakkan di tempat yang tenang, jauh dari gangguan. Karena ratu semut membutuhkan ketenangan agar bisa bertelur dengan optimal. Kandang budidaya kroto akan lebih baik bila ditempatkan di ruangan tertutup.
c. Menebarkan bibit koloni

Setelah rak dan pipa paralon untuk kandang selesai disiapkan, langkah selanjutnya adalah meletakkan koloni semut rangrang. Paralon merupakan media budidaya kroto yang sangat praktis. Tidak seperti toples atau media lainnya yang harus dipersiapkan, media paralon cukup disusun diatas rak, langsung bisa digunakan.

Biasanya bibit koloni dijual dalam toples atau dalam botol plastik. Untuk memindahkannya pada media paralon, cukup potong botol plastik atau buka toplesnya dan letakkan di atas tumpukan paralon.

Kemudian sediakan pakan dan air gula di sekitar sarang tersebut. Semut rangrang dengan sendirinya akan berkeliaran dan mulai masuk dalam tumpukan paralon untuk bersarang. Setelah semut kerasan tinggal di kandang, selanjutnya tinggal memberikan perawatan rutin agar koloni menghasilkan kroto dengan maksimal.

Pemberian pakan

Jenis-jenis pakan budidaya kroto diantaranya ulat, jangkrik, belalang, cecak dan hewan kecil lainnya. Bisa juga disajikan daging ayam yang telah direbus agar tidak membusuk dan berbau. Atau, berikan tulang-tulangan, pemberian tulang sapi atau kambing harus dipecahkan sampai sumsumnya keluar. Pakan tersebut berfungsi sebagai asupan protein dan lemak bagi kroto.

Selain protein, budidaya kroto membutuhkan sumber gula. Di alam, semut rangrang mendapatkan asupan karbohidrat dari gula, biasanya berupa nektar yang dihasilkan kutu daun seperti aphid. Dalam budidaya kroto karbohidrat disediakan dengan memberikan gula pasir yang dilarutkan dalam air.

Cara memberi makan koloni semut rangrang adalah sebagai berikut:
  • Gunakan tatakan, bisa dari piring plastik atau wadah lain yang bentuknya ceper. Letakan bahan makanan dalam wadah tersebut, misalnya ulat hongkong, belatung, daging ayam atau tulang belulang. Wadah diletakkan pada rak disamping sarang semut.
  • Apabila menggunakan pakan hidup yang bisa melompat, misalnya jangkrik. Hendaknya lumpuhkan terlebih dahulu agar tidak kabur. Atau bisa juga dimasukkan langsung pada sarang semut.
  • Sebagai sumber gula, gunakan tatakan kecil untuk tempat air yang telah dicampur dengan gula pasir. Larutkan 1-2 sendok gula pasir pada sekitar 200 ml air bersih. Biasanya air larutan gula akan habis dalam 2-3 hari, tergantung pada jumlah koloni.

Pemanenan kroto

Kapan kroto mulai bisa dipanen? jawabannya, secara teoritis telur semut rangrang mempunyai daur 15-20 hari. Mulai dari telur-larva-hingga menjadi semut. Pemanenan bisa dilakukan setelah sarang semut terlihat penuh dengan telur atau kroto yang berwarna putih. Pada media atau sarang yang telah stabil, selanjutnya kroto bisa dipanen setiap 15-20 hari.

Pada awal budidaya, sebaiknya bibit koloni dibiarkan berkembang biak sehingga populasi semutnya bertambah. Setidaknya hingga 6 bulan pertama tidak dipanen terlebih dahulu. Kemudian setelah 6 bulan, pemanenan bisa dilakukan 2 kali setiap bulannya. Atau bisa diatur menjadi setiap hari dengan mengkombinasikan jumlah sarang dan siklus panen.

Tahap melakukan pemanenan adalah sebagai berikut:
  1. Siapkan wadah berupa baskom atau ember plastik.
  2. Siapkan juga saringan dari kawat ram, letakkan dalam baskom tersebut.
  3. Gunakan sarung tangan karet untuk menghindari gigitan semut.
  4. Ambil media atau sarang dan tumpahkan isinya ke dalam baskom yang sudah diberi saringan kawat ram. Kroto akan jatuh ke dasar baskom sedangkan semutnya akan tersaring.
  5. Bersihkan media paralon dan letakkan kembali kawat ram yang berisi semut pada rak.
Demikian sekilas terntang budi daya kroto yang baik dan benar, semoga artikel ini bermanfaat dan salam sukses selalu dari Potret Pertanian dan selamat mencoba.
Sumber : Alamtani.com

Rabu, 07 September 2016

Budidaya Belut yang Baik dan Benar

Potret Pertanian - Di dalam negeri, kebutuhan di Jakarta setiap harinya membutuhkan tak kurang 20 ton perbari, Pati membutuhkan 50 Kg sehari, Yogyakarta sekitar 3 ton perhari dan secara umum kebutuhan belut masih belum bisa dipenuhi oleh produsen dalam negeri. Kondisi ini menjadi salah satu celah yang sangat potensial untuk dijalankan sebagai bisnis rumahan untuk usaha sampingan maupun peluang usaha yang dapat dijadikan sebagai mata pencaharian utama.

Belut merupakan binatang air yang digolongkan dalam kelompok ikan. Berbeda dengan kebanyakan jenis ikan lainnya, belut bisa hidup dalam lumpur dengan sedikit air. Binatang ini mempunyai dua sistem pernapasan yang bisa membuatnya bertahan dalam kondisi tersebut.

Jenis belut yang paling banyak dikenal di Indonesia adalah belut sawah (Monopterus albus). Di beberapa tempat dikenal juga belut rawa (Synbranchus bengalensis). Perbedaan belut sawah dan belut rawa yang paling mencolok adalah postur tubuhnya. Belut sawah tubuhnya pendek dan gemuk, sedangkan belut rawa lebih panjang dan ramping.


Terdapat dua segmen usaha budidaya belut yaitu pembibitan dan pembesaran. Pembibitan bertujuan untuk menghasilkan anakan. Sedangkan pembesaran bertujuan untuk menghasilkan belut hingga ukuran siap konsumsi.

Kali ini alamtani akan menguraikan tentang budidaya pembesaran belut di kolam tembok. Mulai dari pemilihan bibit hingga pemanenan. Semoga bermanfaat.

Memilih bibit belut

Bibit untuk budidaya belut bisa didapatkan dari hasil tangkapan atau hasil budidaya. Keduanya memiliki kekurangan dan keunggulan masing-masing.

Bibit hasil tangkapan memiliki beberapa kekurangan, seperti ukuran yang tidak seragam dan adanya kemungkinan trauma karena metode penangkapan. Kelebihan bibit hasil tangkapan adalah rasanya lebih gurih sehingga harga jualnya lebih baik.

Kekurangan bibit hasil budidaya harga jualnya biasanya lebih rendah dari belut tangkapan. Sedangkan kelebihannya ukuran bibit lebih seragam, bisa tersedia dalam jumlah banyak, dan kontinuitasnya terjamin. Selain itu, bibit hasil budidaya memiliki daya tumbuh yang relatif sama karena biasanya berasal dari induk yang seragam.

Bibit belut hasil budidaya diperoleh dengan cara memijahkan belut jantan dengan betina secara alami. Sejauh ini di Indonesia belum ada pemijahan buatan (seperti suntik hormon) untuk belut. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pembibitan, silahkan baca kiat sukses pembibitan belut.

Bibit yang baik untuk budidaya belut hendaknya memiliki kriteria berikut:
  • Ukurannya seragam. Ukuran bibit yang seragam dimaksudkan untuk memudahkan pemeliharaan dan menekan risiko kanibalisme atau saling memangsa.
  • Gerakannya aktif dan lincah, tidak loyo.
  • Tidak cacat atau luka secara fisik.
  • Bebas dari penyakit.
Budidaya belut untuk segmen pembesaran biasanya menggunakan bibit belut berukuran panjang 10-12 cm. Bibit sebesar ini memerlukan waktu pemeliharaan sekitar 3-4 bulan, hingga siap konsumsi. Untuk pasar ekspor yang menghendaki ukuran lebih besar, waktu pemeliharaan bisa mencapai 6 bulan.

Menyiapkan kolam budidaya belut

Budidaya belut bisa dilakukan dalam kolam permanen maupun semi permanen. Kolam permanen yang sering dipakai antara lain kolam tanah, sawah, dan kolam tembok. Sedangkan kolam semi permanen antara lain kolam terpal, drum, tong, kontainer plastik dan jaring.

Kali ini kita akan membahas budidya belut di kola tembok. Kolam tembok relatif lebih kuat, umur ekonomisnya bisa bertahan hingga 5 tahun.

Bentuk dan luas kolam tembok bisa dibuat berbagai macam, disesuaikan dengan keadaan ruang dan kebutuhan. Ketinggian kolam berkisar 1-1,25 meter. Lubang pengeluaran dibuat dengan pipa yang agak besar untuk memudahkan penggantian media tumbuh.

Untuk kolam tembok yang masih baru, sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu selama beberapa minggu. Kemudian direndam dengan air dan tambahkan daun pisang, sabut kelapa, atau pelepah pisang. Lakukan pencucian minimal tiga kali atau sampai bau semennya hilang.


Media tumbuh untuk budidaya belut

Di alam bebas belut sering dijumpai dalam perairan berlumpur. Lumpur merupakan tempat perlindungan bagi belut. Dalam kolam budidaya pun, belut membutuhkan media tumbuh berupa lumpur.

Beberapa material yang bisa dijadikan bahan membuat lumpur/media tumbuh antara lain, lumpur sawah, kompos, humus, pupuk kandang, sekam padi, jerami padi, pelepah pisang, dedak, tanaman air, dan mikroba dekomposer.

Komposisi material organik dalam media tumbuh budidaya belut tidak ada patokannya. Sangat tergantung dengan kebiasaan dan pengalaman. Pembudidaya bisa meramu sendiri media tumbuh dari bahan-bahan yang mudah didapatkan.

Berikut ini salah satu alternatif langkah-langkah membuat media tumbuh untuk budididaya belut:
  • Bersihkan dan keringkan kolam. Kemudian letakkan jerami padi yang telah dirajang pada dasar kolam setebal kurang lebih 20 cm.
  • Letakkan pelepah pisang yang telah dirajang setebal 6 cm, di atas lapisan jerami.
  • Tambahkan campuran pupuk kandang (kotoran kerbau atau sapi), kompos atau tanah humus setebal 20-25 cm, di atas pelepah pisang. Pupuk organik berguna untuk memicu pertumbuhan biota yang bisa menjadi penyedia makanan alami bagi belut.
  • Siram lapisan media tumbuh tersebut dengan cairan bioaktivator atau mikroba dekomposer, misalnya larutan EM4.
  • Timbun dengan lumpur sawah atau rawa setebal 10-15 cm. Biarkan media tumbuh selama 1-2 minggu agar terfermentasi sempurna.
  • Alirkan air bersih selama 3-4 hari pada media tumbuh yang telah terfermentasi tersebut untuk membersihkan racun. Setel besar debit air, jangan terlalu deras agar tidak erosi.
  • Langkah terakhir, genangi media tumbuh tersebut dengan air bersih. Kedalaman air 5 cm dari permukaan. Pada kolam tersebut bisa diberikan tanaman air seperti eceng gondok. Jangan terlalu padat.
Dari proses di atas didapatkan lapisan media tumbuh/lumpur setebal kurang lebih 60 cm. Setelah semuanya selesai, bibit belut siap untuk ditebar.
Catatan : Dengan metode lain, budidaya belut bisa dipelihara dalam air bersih tanpa menggunakan lumpur.

Penebaran bibit dan pengaturan air

Belut merupakan hewan yang bisa dibudidayakan dengan kepadatan tinggi. Kepadatan tebar untuk bibit belut berukuran panjang 10-12 cm berkisar 50-100 ekor/m2.

Lakukan penebaran bibit pada pagi atau sore hari, agar belut tidak stres. Bibit yang berasal dari tangkapan alam sebaiknya dikarantina terlebih dahulu selama 1-2 hari. Proses karantina dilakukan dengan meletakkan bibit dalam air bersih yang mengalir. Berikan pakan berupa kocokan telur selama dalam proses karantina.

Aturlah sirkulasi air dengan seksama. Jangan terlalu deras (air seperti genangan sawah) yang penting terjadi sirkulasi air. Atur juga kedalaman air, hal ini berpengaruh pada postur tubuh belut. Air yang terlalu dalam akan membuat belut banyak bergerak untuk mengambil oksigen dari permukaan, sehingga belut akan lebih kurus.

Pemberian pakan

Belut merupakan hewan yang rakus. Keterlambatan dalam memberikan pakan bisa berakibat fatal. Terutama pada belut yang baru ditebar.

Takaran pakan harus disesuaikan dengan berat populasi belut. Secara umum belut membutuhkan jumlah pakan sebanyak 5-20% dari bobot tubuhnya setiap hari.

Berikut kebutuhan pakan harian untuk bobot populasi belut 10 kg:
  • Umur 0-1 bulan: 0,5 kg
  • Umur 1-2 bulan: 1 kg
  • Umur 2-3 bulan: 1,5 kg
  • Umur 3-4 bulan: 2 kg
Pakan budidaya belut bisa berupa pakan hidup atau pakan mati. Pakan hidup bagi belut yang masih kecil (larva) antara lain zooplankton, cacing, kutu air (daphnia/moina), cacing, kecebong, larva ikan, dan larva serangga. Sedangkan belut yang telah dewasa bisa diberi makanan berupa ikan, katak, serangga, kepiting yuyu, bekicot, belatung, dan keong. Frekuensi pemberian pakan hidup dapat dilakukan 3 hari sekali.

Untuk pakan mati bisa diberikan bangkai ayam, cincangan bekicot, ikan rucah, cincangan kepiting yuyu, atau pelet. Pakan mati untuk budidaya belut sebaiknya diberikan setelah direbus terlebih dahulu. Frekuensi pemberian pakan mati bisa 1-2 kali setiap hari.

Karena belut binatang nokturnal, pemberian pakan akan lebih efektif pada sore atau malam hari. Kecuali pada tempat budidaya yang ternaungi, pemberian pakan bisa dilakukan sepanjang hari.

Pemanenan

Tidak ada patokan seberapa besar ukuran belut dikatakan siap konsumsi. Tapi secara umum pasar domestik biasanya menghendaki belut berukuran lebih kecil, sedangkan pasar ekspor menghendaki ukuran yang lebih besar. Untuk pasar domestik, lama pemeliharaan pembesaran berkisar 3-4 bulan, sedangkan untuk pasar ekspor 3-6 bulan, bahkan bisa lebih, terhitung sejak bibit ditebar.

Terdapat dua cara memanen budidaya belut, panen sebagian dan panen total. Panen sebagian dilakukan dengan cara memanen semua populasi belut, kemudian belut yang masih kecil dipisahkan untuk dipelihara kembali.

Sedangkan pemanenan total biasanya dilakukan pada budidaya belut intensif, dimana pemberian pakan dan metode budidaya dilakukan secara cermat. Sehingga belut yang dihasilkan memiliki ukuran yang lebih seragam.

Blog Archive

About

Blogroll

Blogger news

Popular Posts

Blogger templates

Wikipedia

Hasil penelusuran