Pages

Tampilkan postingan dengan label Tanaman Pangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanaman Pangan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Oktober 2016

Metodologi Pelaksanaan Tanam Padi Salibu

Potret Pertanian - Setelah kita bahas dipostingan SEKALI TANAM BISA PANEN PADI BERKALI-KALI DENGAN SISTEM BUDIDAYA PADI SALIBU sekarang akan kita bahas Metodologi Pelaksanaan Tanam Padi Salibu, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam sistim budidaya padi salibu, diantaranya adalah Menjaga Kelembapan Tanah, Pemberian Pupuk Kandang, Memupuk dan Melumpurkan Tanah, Pengendalian hama penyakit, Panen dan Pasca Panen. yang akan kita bahas satu persatu dibawah ini.

1. Menjaga Kelembaban Tanah
Pada kondisi lahan sawah yang terlalu kering, segera setelah padi dipanen lahan digenangi air setinggi ±5 cm selama 2-3 hari, kemudian saluran pembuangan air dilepas kembali. Tujuannya adalah untuk menjaga kelembapan tanah dan menghindari agar batang padi yang masih berdiri tidak mati kekeringan.
2. Pemberian Pupuk Kandang,

pemotongan batang dan menaburJerami Sebelum melakukan pemotongan batang, pupuk kandang diberikan pada lahan terlebih dahulu dengan kebutuhan 1 ton/ha.
Pemotongan dilakukan pada pangkal batang menggunakan mesin potong rumput dengan ketinggian ± 5 cm dari permukaan tanah.
Setelah selesai melakukan pemotongan maka semua jerami baik sisa pemanenan ataupun bekas pemotongan batang ditabur mera tadi permukaan lahan. tunggul padi tidak ada yang tertutup oleh tumpukan jerami, kalau itu terjadi maka tunas baru tidak akan tumbuh.

3. Memupuk Dan Melumpurkan Tanah
Untuk merangsang pertumbuhan maka kurang lebih dua minggu setelah pemotongan pangkal batang atau setelah sebagian besar tunas muncul ke permukaan maka dilakukan pemupukan pertama dengan cara menaburkan pupuk Urea diantara rumpun padi secara merata sebanyak 150 kg/ ha. Untuk menjaga pertumbuhan dan ketersediaan air maka pertahankan kondisi air dipermukaan lahandalam keadaan macak – macak,dimana saluran pemasukan dan pengeluaran air dalam keadaan tertutup.
 
Untuk melumpurkan tanahdi hamparan persawahan maka dilakukan dengan cara menginjak –injak tanah dan jerami diantara rumpun padi sampai jeraminya terbenam kedalam tanah. Perlakuan menginjak – injak tanah dan jerami tersebut disamping untuk melumpurkan tanah danmempercepat proses pelapukan jerami juga sebagai upaya untuk penyiangan. Penyiangan dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk Urea sebanyak 150 kg/ha.
 
Pemupukan kedua dilakukan pada tanaman berumur 40 hari, pupuk yang diberikan adalah SP36 125 kg dan KCl diberikan sebanyak 25 kg. Pemupukan KCl dilakukan dengan ½ dosis dari dosis anjuran.
 
4. Pengendalian Hama danPenyakit
Karena tidak ada masa berat antara satu daur hidup tanaman dengan daur hidup berikutnya maka penerapan sistem budidaya padi salibu akan lebih rentan terhadap berbagai kemungkinan serangan hama dan penyakit.
 
5. Panen dan Pasca Panen
Panen Penentuan saat panen tanaman pangan bijian merupakan syarat awal mutu yang baik. Pada budidaya padi salibu panen bisa dilakukan pada umur ± 90 hari. Jika terlambat memanen padi, akan mengakibatkan banyak biji yanag tercecer atau busuk sehingga mengurangi produksi. 10 hari menjelang panen sebaiknya sawah dikeringkan, tujuannya adalah untuk menyerempakkan pematanagan gabah
Siklus daur tanam seperti ini bisa dilakukan lebih tiga kali.

SEKALI TANAM BISA PANEN PADI BERKALI-KALI DENGAN SISTEM BUDIDAYA PADI SALIBU

Potret Pertanian -Upaya peningkatan ketahanan pangan Nasional yang dilakukan pemerintah, memicu pada para peneliti untuk berfikir bagaimana meningkatkan hasil panen petani dengan segala daya upaya, sehingga melahirkan sistim-sistem baru dalam berbudidaya. Seperti yang sudah lama diterapkan diindonesia yaitu sistim tanam Jajar Legowo, selanjutnya pnemuan baru yang saat ini sedang disosialisasikan kepada masarakat luas, yaitu sistem tanam padi sengan sistim Salibu.
 
Yang dimaksut sistim tanam padi salibu merupakan tanaman padi yang tumbuh lagi setelah batang sisa panen ditebas/dipangkas, selanjutnya akan muncul tunas baru dari buku yang ada di dalam tanah tunas ini akan mengeluarkan akar baru sehingga suplay hara tidak lagi tergantung pada batang lama,tunas ini bisa membelah atau bertunas lagi seperti padi tanaman pindah biasa, inilah yang membuat pertumbuhan dan produksinya sama atau lebih tinggi dibanding tanaman pertama (ibunya).
 
Padi salibu berbeda dengan padi ratun ( singgang ) ratun adalah padi yang tumbuh dari batang sisa panen tanpa dilakukan pemangkasan batang. tunas akan muncul pada buku palingatas, suplay hara tetap dari batang lama. Pertumbuhan tunas setelah dipotong sangat dipengaruhi oleh ketersedian air tanah, dan pada saat panen sebaiknya kondisi air tanah dalam keadaan kapasitas lapang.
 
Budidaya padi salibu dapat memacu peningkatan produksi padi dengan meningkatkan IP (indekpertanaman). Beberapa keuntungan budidaya salibu diantaranya adalah umurnya relatif lebih pendek, kebutuhan air lebih sedikit, biaya produksi lebih rendah karena penghematan dalam pengolahan tanah,penanaman,penggunaan bibit dan kemurnian genetik lebih terpelihara.
 
Pertumbuhan tunas-tunas terjadi salah satunya karena adanya perlakuan pemangkasan. Tinggi pemangkasan batang menentukan jumlah mata tunas yang ada untuk pertumbuhan ulang, maka tinggi pangkasan berpengaruh terhadap kemampuan pembentukan tunas salibu. 

Budidaya salibu akan meningkatkan indek panen karena,tidak lagi melakukan pengolahan tanah,persemaian dan tanam, sehingga rentang waktu produksi lebih pendek. Budidaya ini secara tidak lansung juga dapat menanggulangi keterbatasan varietas unggul, karena pertumbuhan tanaman selanjutnya terjadi secara vegetative maka mutu varietas tetap sama dengan tanaman pertama. Budidaya padi salibu akan lebih ekonomis sekitar 45 %dibanding budidaya tanam pindah,hal inilah yang meningkatkan pendapatan petani. karena bisa panen berkali-kali.

Jumat, 30 September 2016

Syarat Tumbuh Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt)

Potret Pertanian - Syarat Tumbuh sebuah tanaman akan ditentukan oleh beberapa faktor yang mendukung tanaman tersebut bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, yang selanjutnya akan berproduksi dengan maksimal sesuai dimana tempat yang cocok untuk subuah tanaman. seperti hal nya jagung manis ini yang harus didukung oleh beberapa faktor untuk dapat berkembang dengan baik, berikut Syarat Tumbuh Tanaman Jagung Manis.

1.    Iklim
Jagung manis sebagai tanaman daerah tropis dapat tumbuh subur dan memberikan hasil yang tinggi apabila tanaman dan pemeliharaanya dilakukan dengan baik. Agar tumbuh dengan baik, tanaman jagung memerlukan temperatur rata-rata antara 14 - 30º C. Pada daerah yang ketinggianya sekitar 2200 m di atas permukaan laut, dengan curah hujan sekitar 100 – 600 mm per tahun yang terdistribusi rata selama musim tanam (Kartasapoetra, 1999).
 
Perkembangan dan pembungaan tanaman jagung manis dipengaruhi oleh panjang hari dan suhu, pada hari pendek tanaman lebih cepat berbunga. Banyak kultivar tropika jagung tidak akan berbunga diwilayah iklim sedang sampai panjang hari berkurang hingga kurang dari 13 atau 12 jam. Pada hari panjang, tipe tropika ini tetap vegetative dan kadang-kadang dapat mencapai ketinggian tumbuh 1 -3 m sebelum tumbuh bunga jantan. Namun pada hari yang sangat pendek (8 jam) dan suhu kurang dari 20º C juga menunda pembungaan. Ketika di tanam pada kondisi hari pendek pada daerha iklim sedang kultivar tropika cendrung berbunga lebih awal (Sutedjo, 2002).
 
2.    Keadaan Tanah
Jagung manis tumbuh baik pada tanah dengan pH antara 6,5 sampai 7,0, tetapi masih cukup toleran pada tanah dengan tingkat kemasaman yang relatif tinggi, dan dapat beradaptasi pada keracunan Al (Hasibuan, 2006). Tanah yang sesuai adalah tanah dengan struktur remah, karena tanah tersebut bersifat porous sehingga memudahkan perakaran pada tanaman jagung. Jagung dapat tumbuh pada berbagai jenis macam tanah. Tanah lempung berdebu adalah tanah yang paling baik bagi pertumbuhanya. Tipe tanah liat masih dapat ditanami jagung manis, tetapi dengan pengerjaan tanah lebih sering selama pertumbuhanya, sehingga aerase dalam tanah berlangsung dengan baik. Air tanah yang berlebihan dibuang melalui saluran pengairan yang dibuat diantara barisan tanaman jagung (Sutanto, 2002).
    
Jagung manis umumnya ditanam di dataran rendah, di lahan sawah tadah hujan maupun sawah irigasi. Tetapi terdapat juga di daerah tinggi pada ketinggian 1000 – 1800 m di atas permukaan laut. Tanah dengan kemiringan sampai 8% masih dapat ditanami jagung manis dengan arah barisan tegak lurus terhadap miringnya tanah, dengan maksud untuk mencegah erosi yang terjadi pada waktu turun hujan besar (Rukmana, 2007)

Sistematika dan Botani Tanaman Jagung Manis

Potret Pertanian - Menurut Purwono dan Hartono (2007), Klasifikasi dari tanaman jagung manis adalah Kingdom Plantae, Divisio Spermatophyta, Sub divisio Angiospermae, Kelas Monocotyledonae, Ordo Graminales, Famili Graminaceae, Genus Zea, dan Species Zea mays saccharata Sturt. Secara morfologi jagung terdiri dari akar, batang, daun, bunga dan biji. Pada waktu tanaman berbunga jantan, maka radius akar seminal lebih kurang 100 cm dengan kedalaman dapat mencapai lebih kurang 75 cm. Akar seminal ini dapat berjumlah 20 – 30 akar. Dari akar seminal akan tumbuh akar-akar lateral, kemudian diujung akar seminal dan lateral terdapat bulu-bulu akar, biasanya umurnya sangat pendek (Ginting, 1995).
Sumber Gambar http://minyakikan.co/
Batang tanaman jagung manis beruas-ruas dengan jumlah ruas bervariasi antara 10-40 ruas. Tanaman jagung umumnya tidak bercabang, kecuali pada jagung manis sering tumbuh beberapa cabang (anakan) yang muncul pada pangkal batang. Panjang batang jagung berkisar antara 60 – 300 cm atau lebih, tergantung tipe dan jenis jagung. Ruas bagian batang atas berbentuk silindris dan ruas-ruas batang bagian bawah berbentuk bulat agak pipih. Tunas batang yang telah berkembang menghasilkan tajuk bunga betina (Hasibuan, 2006).

Kedudukan daun tanaman ini distik (dua baris daun tunggal yang keluar dalam kedudukan berselang). Daun terdiri atas pelepah daun dan helaian daun. Helaian daun memanjang dengan ujung meruncing dengan pelepah-pelepah daun yang berselang-seling yang berasal dari setiap buku. Daun-daunya lebar serta relatif panjang. Antara pelepah daun dibatasi oelh spicula yang berguna untuk menghalangi masuknya air hujan atau embun ke dalam pelepah. Daunya berkisar 10 – 20 helai tiap tanaman. Epidermis daun bagian atas biasanya berambut halus. Kemiringan daun sangat berfariasi antar genotif dan kedudukan daun yang berkisar dari hampir datar sampai tegak (Rukmana, 2007).

Tanaman jagung manis termasuk monoceous, tetapi bunga jantan dan betina letaknya terpisah. Bunga jantan dalam bentuk malai terletak dipucuk tanaman, sedangkan bunga betina pada tongkol yang terletak kira-kira pada pertengahan tinggi batang. Tepung sari dihasilkan malai 1 – 3 hari sebelum rambut tongkol keluar, rambut tongkol ini berfungsi sebagai kepala putik dan tangkai putik. Tepung sari mudah diterbangkan angin. 

Dari satu malai dapat menghasilkan 250 juta tepung sari. Tepung sari ini akan menyerbuki rambut tongkol. Apabila dalam satu tongkol terdapat 500 rambut tongkol, maka inilah yang akan diserbuki, sehingga memperoleh 500 biji dalam satu tongkol dari hasil penyerbukan. Karena letak bunga terpisah dan tepung sari mudah diterbangkan angin, maka pembuahan berasal dari tanaman tetangga. Hal ini dekenal dengan penyerbukan silang. Pada tanaman jagung, penyerbukan silang sebesar 95% (Purwono dan Hartono, 2007).

Biji jagung manis berkeping tunggal, berderet rapi pada tongkolnya. Pada setiap tanaman jagung ada satu tongkol, kadang-kadang ada yang dua. Setiap tongkol terdapat 10 – 14 deret biji jagung yang terdiri dari 200 – 400 butir biji jagung (Suprapto dan Marzuki, 2005). Buah biji jagung manis terdiri atas tongkol, biji dan daun pembungkus. Biji jagung mempunyai bentuk, warna dan kandungan endosperm yang berfariasi, tergantung pada jenisnya. Pada umumnya biji jagung manis tersusun dalam barisan yang melekat secara lurus atau berkelok-kelok dan berjumlah antara 8 – 20 baris biji. Biji jagung manis terdiri atas tiga bagian utama, yaitu kulit biji (seed coat), endosperm dan embrio (Rukmana, 2007). Kandungan gizi dan nutrisi dari jagung manis kuning yang direbus, ditiriskan tanpa garam (nilai per 100 gram) tertera pada tabel 1 berikut :

Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian antara 1m sampai 3 m, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6 m. Tinggi tanaman biasa diukur dari permukaan tanah hingga ruas teratas sebelum bunga jantan. Meskipun beberapa varietas dapat menghasilkan anakan (seperti padi), pada umumnya jagung tidak memiliki kemampuan ini (Astuti 2008)
Baca Juga Syarat Tumbuh Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt)

Rabu, 28 September 2016

Panen Singkong Super di Kebun Potret Pertanian

Potret Pertanian - 26 / Sep-2016, Balam Asri Tulang Bawang Barat Lampung, Musim penghujan telah datang, saat nya para petani akan menanam tanaman palawija, seperti jagung, padi, kedelai , sayuran dan lain sebagainya. Dengan tatangnya musim hujan, tanah yang tadinya keras sekarang menjadi lebih gembur dan mudah untuk dilakukan pengolahan lahan dengan membajak ataupun mencangkul lahan pertanian yang akan digunakan untuk membudidayakan tanaman palawija yang pada umumnya didaerah ini dilakukan setahun sekali jika musim penghujan datang.


Lahan pertanian yang pada ahir musim penghujan ditanam sekitar bulan januari 2016 kemarin sekarang sudah berusia kurang lebih 9 bulan, dan siap dipanen untuk diganti komodi menjadi tanaman palawija lainya. Tak ketinggalan saya pun ikut Panen Singkong Super  di Kebun Potret Pertanian setelah melalui beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam hal budidaya singkong dilahan pertanian.

Panen singkong tahun ini memang sedikit lebih cepat dari tahun kemarin yang usia singkong sampai 12 bulan atau satu tahun, tapi kali ini usianya masih kurang 9 bulan, tapi untuk hasil jangan ditanya ! bisa lihat di dalam poto yang saya jepret dibawah ini. Baca Juga Tips Membuat Singkong Raksasa Berat 52 Kg Per Batang



Pada umumnya untuk mencabut singkong bisa dilakukan hanya dengan 1 orang saja perbatang, tapi kali ini untuk mencabut satu batang singkong diperlukan dua orang dan itupun harus menggunakan alat bantu tambang dan kayu untuk dapat mencabut batang singkong dari dalam tanah.

Sehari sebelumnya sebelum melakukan pencabutan saya sudah menguji untuk mencabut dua batang saja yang buahnya saya bagikan kepada para tetangga utuk di rebus atau digoreng, karena jenis singkong yang saya tanaman adalah jenis singkong makan jenis Faritas singkong Kelenteng, yang biasanya kami jadikan Nasi Tiwul ( Cassava Raise ), dari dua bang yang saya cabut sehari sebelumnya rata0rata mempunyai berat 23 Kg dan 25 Kg per batang, tapi masih kalah dengan hasil panen singkong raksasa yang tahun lalu yang mampu mencapai berat 52 Kg perbatang Pada waktu itu, jika dibandingkan memang turun karena dari segi umur yang berbeda dari panen tahun lalu.

Semoga tahun yang akan datang bisa lebih meningkatkan lagi hasil panen singkong yang saya budidayakan, yang penting terus berkarya berbagi solusi dan informasi untuk pertanian yang lebih baik lagi kedepanya, ok salam sukses selalu buat sahabat petani dimanapun berada, dan semoga artikel ini bermanfaat serta menjadi bahan perbandingan untuk lebih baik lagi, Potret Pertanian.

Selasa, 23 Agustus 2016

Tentang Tanaman Padi ( Oryza Sativa )

Potret Pertanian - Padi yang merupakan simbol kemakmuran yang banyak dipao sebagai logo, seperti yang ada pada sila kelima Pancasila Sila Kelima, yang terdapat logo padi dan kapas, yang artinya adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Padi yang menjadi Tanaman pangan merupakan tanaman yang paling penting di negeri kita Indonesia ini. Betapa tidak karena makanan pokok di Indonesia adalah nasi dari beras yang tentunya dihasilkan oleh tanaman padi. Selain di Indonesia padi juga menjadi makanan pokok negara-negara di benua Asia lainnya seperti China, India, Thailand, Vietnam dan lain-lain. Padi merupakan tanaman berupa rumput berumpun. Tanaman pertanian ini berasal dari dua benua yaitu Asia dan Afrika Barat tropis dan subtropis. 

Bukti sejarah memperlihatkan bahwa penanaman padi di Zhejiang (Cina) sudah dimulai pada 3.000 tahun SM. Fosil butir padi dan gabah ditemukan di Hastinapur Uttar Pradesh India sekitar 100-800 SM. Selain Cina dan India, beberapa wilayah asal padi adalah Bangladesh Utara, Burma, Thailand, Laos, Vietnam. Hama yang banyak menyerang tanaman ini adalah tikus, orong-orong, kepinding tanah (lembing batu), walang sangit dan wereng coklat. Hama-hama itulah yang sering menyebabkan padi gagal panen dan tentunya membuat petani merugi.

Negara produsen padi terkemuka adalah Republik Rakyat Cina (31% dari total produksi dunia), India (20%), dan Indonesia (9%). Namun hanya sebagian kecil produksi padi dunia yang diperdagangkan antar negara (hanya 5%-6% dari total produksi dunia). Thailand merupakan pengekspor padi utama (26% dari total padi yang diperdagangkan di dunia) diikuti Vietnam (15%) dan Amerika Serikat (11%). Indonesia merupakan pengimpor padi terbesar dunia (14% dari padi yang diperdagangkan di dunia) diikuti Bangladesh (4%), dan Brazil (3%).

A. JENIS TANAMAN

Klasifikasi botani tanaman padi adalah sebagai berikut:
  • Divisi : Spermatophyta
  • Sub divisi : Angiospermae
  • Kelas : Monotyledonae
  • Keluarga : Gramineae (Poaceae)
  • Genus : Oryza
  • Spesies : Oryza Sativa spp.
B. JENIS-JENIS PADI

Padi Gogo

Di beberapa daerah tadah hujan orang mengembangkan padi gogo, suatu tipe padi lahan kering yang relatif toleran tanpa penggenangan seperti di sawah. Di Lombok dikembangkan sistem padi gogo rancah, yang memberikan penggenangan dalam selang waktu tertentu sehingga hasil padi meningkat.

Padi rawa

Padi rawa atau padi pasang surut tumbuh liar atau dibudidayakan di daerah rawa-rawa. Selain di Kalimantan, padi tipe ini ditemukan di lembah Sungai Gangga. Padi rawa mampu membentuk batang yang panjang sehingga dapat mengikuti perubahan kedalaman air yang ekstrem musiman.

Padi Pera

Padi pera adalah padi dengan kadar amilosa pada pati lebih dari 20% pada berasnya. Butiran nasinya jika ditanak tidak saling melekat. Lawan dari padi pera adalah padi pulen. Sebagian besar orang Indonesia menyukai nasi jenis ini dan berbagai jenis beras yang dijual di pasar Indonesia tergolong padi pulen.

Padi Ketan

Ketan (sticky rice), baik yang putih maupun merah/hitam, sudah dikenal sejak dulu. Padi ketan memiliki kadar amilosa di bawah 1% pada pati berasnya.

Padi Wangi

Padi wangi atau harum (aromatic rice) dikembangkan orang di beberapa tempat di Asia, yang terkenal adalah ras Cianjur Pandanwangi (sekarang telah menjadi kultivar unggul) dan rajalele. Kedua kultivar ini adalah varietas javanica yang berumur panjang.

Demikian sedikit tentang padi semoga bermanfaat sebagai tabungan pengetahuan buat kita semua, dan salam sukses selalu dari Potret Pertanian.

Baca Juga : 

Blog Archive

About

Blogroll

Blogger news

Popular Posts

Blogger templates

Wikipedia

Hasil penelusuran