Pages

Jumat, 09 September 2016

Khasiat Buah Nangka Untuk Kesehatan

Potret Pertanian - Selamat sore sahabat semua dimanapun berada, semga hari ini selalu dalam keadaan sehat walafiat dan tak kurang suatu apapun, dan selalu diberikan kelancaran dalam menjalankan usaha dan bekerja aamiin. disore hari yang baik ini saya akan berbagi kepada sahaba semua Kasiat Buah Nangka Untuk Kesehatan semoga artikel ini bermanfaat buat kita semua, Nah Berikut ini adalah manfaat buah nangka untuk kesehatan

Nangka mempunyai nama latin Artocarpus heterophyllus dan termasuk dalam famili Moraceae. Dalam bahasa Inggris buah nangka dikenal dengan sebutan Jackfruit. Nangka masih bersaudara dengan cempedak dan sukun.

Buah nangka memiliki sifat manis dan tekstur yang agak kenyal. Sangat berbeda dengan durian walaupun buahnya hampir mirip, sama-sama memiliki kulit luar berduri. Namun dri kulit nangka tidak setajam duri kulit buah durian.


Karena rasanya yang manis buah nangka yang masak sudah biasa dikonsumsi dan diperjualbelikan di masyarakat. Harganya pun cukup murah. Selain dikonsumsi sebagai buah masak, buah nangka muda juga sering dijadikan makanan lain sebagai teman nasi. Makanan paling populer dari buah nangka muda adalah gudeg yang merupakan kuliner khas Jogja.

Siapa sangka, di balik rasanya yang manis, buah nangka ternyata memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan. Nangka mengandung vitamin A, vitamin C, thiamin, riboflavin, niacin, kalsium, potasium, zat besi, dan magnesium.

Manfaat Buah Nangka untuk Kesehatan

Beberapa manfaat kesehatan nangka seperti dimuat di lifemojo, meliputi:

Menyehatkan perut dan usus

Nangka baik untuk pencernaan dan dapat membantu penyembuhan borok dan mengatasi gangguan pencernaan. Selain itu, serat yang tinggi pada buahnya mencegah sembelit dan membantu buang air besar lebih lancar dan teratur. Seratnya juga melindungi selaput lendir usus besar dengan menjauhkan bahan kimia karsinogenik dari usus besar.

Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Nangka merupakan sumber yang sangat baik dari vitmain C, antioksidan kuat yang membantu mencegah pilek dan infeksi. Vitamin C membantu berfungsinya sistem kekebalan tubuh dengan mendukung fungsi sel-sel darah putih.

Perlindungan terhadap kanker

Selain mengandung vitamin C (antioksidan kuat), nangka juga kaya fitonutrien seperti lignan, isoflavon dan saponin yang dapat melawan kanker. Fitonutrien ini juga membantu menghilangkan radikal bebas dari tubuh penyebab kanker dan memperlambat degenerasi sel yang dapat menyebabkan penyakit degeneratif.

Menurunkan tekanan darah

Nangka merupakan sumber makanan kaya kalium, sekitar 300 mg dalam 100 gram nangka. Kalium penting bagi tubuh karena membantu menjaga cairan tubuh dan keseimbangan elektrolit dalam sel-sel tubuh dan membantu mengatur tekanan darah, sehingga mengurangi risik jantung dan stroke.

Membantu penglihatan

Buah ini mengandung vitamin A, antioksidan kuat yang bermanfaat untuk penglihatan. Vitamin ini juga menjaga kesehatan kulit dan selaput lendir serta menaikkan fungsi sistem kekebalan tubuh.

Meningkatkan energi

Nangka dianggap sebagai buah pembangkit energi karena kandungan gula sederhana seperti fruktosa dan sukrosa. Makan buah ini membuat merasa direvitalisasi seketika.

Manfaat lain
  1. Buah nangka mengandung mineral seperti mangan, besi, dan magnesium. Nangka juga mengandung banyak vitamin B seperti riboflavin, vitamin B6, asam folat dan niasin.
  2. Zat Besi mencegah anemia, mangan serta magnesium penting untuk kesehatan tulang.
  3. Magnesium penting dalam penyerapan kalium dan bekerja dengan kalsium membantu tulang tetap kuat dan mencegah gangguan yang berhubungan dengan tulang.
  4. Mangan diperlukan dalam tubuh membantun tulang dan jaringan ikat.
  5. Niasin penting dalam menjaga kesehatan kulit dan sistem saraf.
  6. Sementara vitamin B6 membantu mengurangi kadar homosistein dalam darah (peningkatan kadar homosistein berhubungan dengan penyakit kardiovaskular).
Sumber : manfaatnyasehat.blogspot.com

Kamis, 08 September 2016

Penuhi Asam Folat Anda dengan Sayuran Bayam

Potret Pertanian - Banyak orang yang masih awam dengan asam folat. Kandungan yang dikenal dengan vitamin B9 ini sangat penting bagi tubuh kita. Kandungan ini berguna untuk pertumbuhan, pembentukan sel darah merah, regenerasi sel, dan juga untuk memperbaiki DNA. Seseorang yang  kekurangan asam folat akan sering mengalami depresi atau mental yang buruk. Hal ini disebabkan kandungan asam folat banyak diserap untuk kesehatan otak kita. Oleh karena itu, asam folat sangat penting dikonsumsi khususnya untuk ibu hamil agar anaknya bisa terlahir dengan sempurna. Kerugian lainnya yang akan dialami oleh orang dewasa yang kekurangan asam folat adalah ringannya kepikunan atau hingga beratnya Alzheimer.

sumber gambar http://manfaatnyasehat.com/
 
Jadi dimana kita harus mencari asupan nutrisi asam folat tersebut? Ternyata sayuran yang sering kita jumpai setiap harinya yaitu bayam sangat kaya dengan asam folat. Sayuran hijau yang sudah menjadi andalan sayur keluarga ini sangatlah cocok untuk memberikan asupan folat yang cukup. Selain mendapatkannya mudah dan murah, sayuran bayam sudah tidak hanya dibuat sayur berkuah, sayuran bayam bisa dibuat gorengan daun bayam dengan tepung. Rasanya yang ringan dan lembut sangat disukai anak-anak maupun dewasa. 
 
Selain anda bisa membeli sayuran bayam dengan mudah dan murah, sayuran bayam termasuk pada trio leafies lho. Trio leafies adalah tiga sayuran daun yang cara budidayanya sangat praktis dan tidak perlu memakan waktu yang lama. Sayuran yang terdiri dari kangkung, bayam dan chaisim ini bisa dipanen saat berumur 14 hari. 
 
Dengan konsep Urban Farming, anda bisa membudidayakan bayam tanpa perlu menguras biaya dan tempat yang luas. Anda cukup mencoba memanfaatkan sedikit halaman atau ruang tidak terpakai untuk menanam. Dan, dalam waktu dua minggu andapun sudah bisa memanen untuk konsumsi pribadi maupun dijual kembali.

Demikian cara  Penuhi Asam Folat Anda dengan Sayuran Bayam semoga saja artikel ini bermanfaat bagi kita semua dan salam sukses selalu buat kita semua.

Cara Budidaya Kroto yang baik dan benar

Potret Pertanian - Keberadaan kroto dari waktu ke waktu kian langka saja. Di pasar pasar tradisional terutama di penjual pakan burung, kroto nyaris selalu habis, bahkan kosong alias langka. Coba buktikan saja di lingkungan sekitar anda. Tentu saja bila dianalisa, banyak faktor yang menyebabkannya. Selain jumlah permintaan yang semakin besar, juga stok produksinya yang semakin berkurang. 

Jauh sebelum permintaan membludak, kroto didapatkan dari perburuan di alam bebas. Lama kelamaan keberadaan kroto semakin langka. Budidaya kroto dipandang sebagai jalan keluar untuk mendapatkan kroto dalam jumlah banyak dan kontinyu.

Tidak semua jenis semut bisa dibudidayakan dan menghasilkan kroto yang digunakan sebagai pakan burung atau ikan. Semut rangrang yang telah berhasil dibudidayakan secara meluas adalah jenis Oecophylla smaragdina. Habitat semut rangrang ini tersebar mulai dari Asia hingga ke Australia bagian utara.

Persiapan budidaya kroto

Dalam sistem budidaya, semut rangrang bisa hidup dalam sarang buatan. Sarang atau kandang untuk semut rangrang bisa dibuat dari paralon, bambu, toples, dan lain sebagainya. Adapun langkah-langkah persiapan untuk budidaya kroto adalah sebagai berikut:

a. Menyiapkan bibit koloni

Bibit koloni untuk budidaya kroto bisa didapat dari hasil tangkapan di alam atau membelinya dari petani lain. Ada kiat-kiat tersendiri untuk mendapatkan bibit koloni dari alam, yang akan kami uraikan dalam tulisan terpisah.

Bila kesulitan mendapatkan bibit koloni dari alam, kita bisa membeli bibit kroto pada pembudidaya lain. Bibit kroto biasanya dijual dalam kemasan stoples atau botol plastik bening. Harganya cukup mahal, satu botol plastik berukuran 1 liter harganya sekitar 150-200 ribu rupiah.

b. Membuat kandang

Pada kesempatan kali ini kami akan menjabarkan cara membuat kandang kroto menggunakan paralon. Kandang paralon lebih praktis, fleksibel dan mudah perawatannya. Adapun kelebihan dari media paralon adalah sebagai berikut:
  1. Membuatnya mudah, tinggal memotong paralon dengan panjang yang sama. Kemudian susun dalam rak, media langsung bisa digunakan.
  2. Media tahan lama, bisa untuk 5-10 tahun.
  3. Paralon umumnya gelap atau kedap cahaya, namun kedua sisinya terbuka. Lingkungan yang baik bagi semut rangrang yang membutuhkan intensitas cahaya sekitar 0,01-0,06 lm/m2 saja.
  4. Karena bentuknya silinder, bila disusun dengan baik posisinya akan saling menguatkan dan tidak mudah berpindah.
  5. Lebih mudah dalam pemanenan dan meminimalkan kematian koloni pasca panen. Serta mudah dibersihkan.
Berikut ini tahapan pembuatan kandang untuk budidaya kroto:
  1. Buat sebuah rak bersusun 2 tingkat. Rak bisa dibuat dari mambu, kayu atau besi. Ukuran rak disesuaikan dengan ukuran tempat.
  2. Letakkan setiap kaki rak di atas wadah plastik, bisa mangkuk atau piring arau potongan kaleng. Berikan air pada wadah tersebut, bisa juga dengan memberikan cairan oli bekas, agar cairan tidak cepat menguap dan kering.
  3. Penggenangan kaki-kaki rak dalam cairan tersebut bertujuan untuk menghindari kaburnya koloni semut rangrang. Bagian-bagian rak tidak boleh bersentuhan dengan dinding atau benda lainnya.
  4. Pilih paralon berdiameter 12 cm, kemudian potong panjang masing-masing sekitar 50 cm, atau sesuaikan dengan lebar rak.
  5. Susun paralon tersebut dalam rak, berikan daun-daunan dalam paralon untuk merangsang semut rangrang membuat sarang. Langkah selanjutnya adalah menebarkan bibit koloni pada kandang tersebut.
  6. Kandang harus diletakkan di tempat yang tenang, jauh dari gangguan. Karena ratu semut membutuhkan ketenangan agar bisa bertelur dengan optimal. Kandang budidaya kroto akan lebih baik bila ditempatkan di ruangan tertutup.
c. Menebarkan bibit koloni

Setelah rak dan pipa paralon untuk kandang selesai disiapkan, langkah selanjutnya adalah meletakkan koloni semut rangrang. Paralon merupakan media budidaya kroto yang sangat praktis. Tidak seperti toples atau media lainnya yang harus dipersiapkan, media paralon cukup disusun diatas rak, langsung bisa digunakan.

Biasanya bibit koloni dijual dalam toples atau dalam botol plastik. Untuk memindahkannya pada media paralon, cukup potong botol plastik atau buka toplesnya dan letakkan di atas tumpukan paralon.

Kemudian sediakan pakan dan air gula di sekitar sarang tersebut. Semut rangrang dengan sendirinya akan berkeliaran dan mulai masuk dalam tumpukan paralon untuk bersarang. Setelah semut kerasan tinggal di kandang, selanjutnya tinggal memberikan perawatan rutin agar koloni menghasilkan kroto dengan maksimal.

Pemberian pakan

Jenis-jenis pakan budidaya kroto diantaranya ulat, jangkrik, belalang, cecak dan hewan kecil lainnya. Bisa juga disajikan daging ayam yang telah direbus agar tidak membusuk dan berbau. Atau, berikan tulang-tulangan, pemberian tulang sapi atau kambing harus dipecahkan sampai sumsumnya keluar. Pakan tersebut berfungsi sebagai asupan protein dan lemak bagi kroto.

Selain protein, budidaya kroto membutuhkan sumber gula. Di alam, semut rangrang mendapatkan asupan karbohidrat dari gula, biasanya berupa nektar yang dihasilkan kutu daun seperti aphid. Dalam budidaya kroto karbohidrat disediakan dengan memberikan gula pasir yang dilarutkan dalam air.

Cara memberi makan koloni semut rangrang adalah sebagai berikut:
  • Gunakan tatakan, bisa dari piring plastik atau wadah lain yang bentuknya ceper. Letakan bahan makanan dalam wadah tersebut, misalnya ulat hongkong, belatung, daging ayam atau tulang belulang. Wadah diletakkan pada rak disamping sarang semut.
  • Apabila menggunakan pakan hidup yang bisa melompat, misalnya jangkrik. Hendaknya lumpuhkan terlebih dahulu agar tidak kabur. Atau bisa juga dimasukkan langsung pada sarang semut.
  • Sebagai sumber gula, gunakan tatakan kecil untuk tempat air yang telah dicampur dengan gula pasir. Larutkan 1-2 sendok gula pasir pada sekitar 200 ml air bersih. Biasanya air larutan gula akan habis dalam 2-3 hari, tergantung pada jumlah koloni.

Pemanenan kroto

Kapan kroto mulai bisa dipanen? jawabannya, secara teoritis telur semut rangrang mempunyai daur 15-20 hari. Mulai dari telur-larva-hingga menjadi semut. Pemanenan bisa dilakukan setelah sarang semut terlihat penuh dengan telur atau kroto yang berwarna putih. Pada media atau sarang yang telah stabil, selanjutnya kroto bisa dipanen setiap 15-20 hari.

Pada awal budidaya, sebaiknya bibit koloni dibiarkan berkembang biak sehingga populasi semutnya bertambah. Setidaknya hingga 6 bulan pertama tidak dipanen terlebih dahulu. Kemudian setelah 6 bulan, pemanenan bisa dilakukan 2 kali setiap bulannya. Atau bisa diatur menjadi setiap hari dengan mengkombinasikan jumlah sarang dan siklus panen.

Tahap melakukan pemanenan adalah sebagai berikut:
  1. Siapkan wadah berupa baskom atau ember plastik.
  2. Siapkan juga saringan dari kawat ram, letakkan dalam baskom tersebut.
  3. Gunakan sarung tangan karet untuk menghindari gigitan semut.
  4. Ambil media atau sarang dan tumpahkan isinya ke dalam baskom yang sudah diberi saringan kawat ram. Kroto akan jatuh ke dasar baskom sedangkan semutnya akan tersaring.
  5. Bersihkan media paralon dan letakkan kembali kawat ram yang berisi semut pada rak.
Demikian sekilas terntang budi daya kroto yang baik dan benar, semoga artikel ini bermanfaat dan salam sukses selalu dari Potret Pertanian dan selamat mencoba.
Sumber : Alamtani.com

Rabu, 07 September 2016

Cara Membuat Briket Arang Batok Kelapa

Potret Pertanian - Briket Arang tempurung kelapa sampai kapanpun akan dibutuhkan, karena ia adalah salah satu alternatif penghasil energi yang ramah lingkungan. Konsumen dalam maupun laur negeri sangat prefer terhadap produk briket tempurung tersebut. Yang ingin berinvestasi, So jangan khawatir kehilangan pasar pembeli
Untuk membuat briket tempurung kelapa ada beberapa hal yang perlu disiapkan, antara lain bahan baku, alat dan mesin proses dan ilmu atau teknik membuat briket tempurung kelapa.
1. Bahan baku
  • Arang Kelapa
  • Tepung kanji dan
  • Air
Untuk membuat arang, ada beberapa proses antara lain dengan cara pirolisis atau juga dengan pembakaran melalui drum tertutup. Bedanya adalah proses pirolisis akan menghasilkan asap cair, sementara pembakaran drum tertutup, asap dibuang keluar.
2. Alat dan Mesin
Untuk membuat briket, dapat dilakukan secara manual maupun otomatis, untuk membantu memperlancar proses produksi, mesin otomatis lah yang biasaya dipilih. Alat dan mesinnya antara lain.
  • Mesin Penepung arang / Diskmill
  • Mesin pencampur adonan
  • Mesin pencetak briket dan
  • Oven briket
Untuk dapat melihat mesin pembuat briket, bisa dilihat disini atau silahkan klik disini.
3. Teknik Proses Pembuatan Briket
  • Pengarangan
    Tempurung kelapa dibuat arang dengan cara pengarangan manual melalui tong kemudian (dibakar) dan ditutup hingga hanya ada sedikit ventilasi pada tong arang tersebut.  atau dengan cara proses pirolisis, dimana tempurung dimasukkan ke dalam tangki pirolisis dalam keadaan tertutup, kemudian asap dikondensasikan hingga dapat asap cair.
  • Penepungan
    arang yang dihasilkan melalui pembakaran manual atau pirolisis kemudian ditepung menggunakan diskmill
  • Pencampuran media
    Tepung tempurung kelapa yang telah disaring selanjutnya dicampur dengan lem kanji. Pada saat pencampuran ditambah dengan lem kanji sebanyak 2,5 % dari  tepung tempurung kelapa.
  • Pencetakan Briket Arang
    Setelah bahan-bahan tersebut dicampur secara merata, selanjutnya dimasukkan ke dalam cetakan briket dan kemudian dilakukan pengovenan maupun penjemuran.
Referensi Mesin briket yang dapat dijadikan acuan pembuatan briket tempurung kelapa, dapat dilihat link ini atau silahkan klik disini.
Sumber :
  1. http://produkkelapa.wordpress.com
  2. http://indonesiancharcoal.wordpress.com
  3. http://www.antarafoto.com/bisnis/v1277276401/briket-tempurung-kelapa

Budidaya Belut yang Baik dan Benar

Potret Pertanian - Di dalam negeri, kebutuhan di Jakarta setiap harinya membutuhkan tak kurang 20 ton perbari, Pati membutuhkan 50 Kg sehari, Yogyakarta sekitar 3 ton perhari dan secara umum kebutuhan belut masih belum bisa dipenuhi oleh produsen dalam negeri. Kondisi ini menjadi salah satu celah yang sangat potensial untuk dijalankan sebagai bisnis rumahan untuk usaha sampingan maupun peluang usaha yang dapat dijadikan sebagai mata pencaharian utama.

Belut merupakan binatang air yang digolongkan dalam kelompok ikan. Berbeda dengan kebanyakan jenis ikan lainnya, belut bisa hidup dalam lumpur dengan sedikit air. Binatang ini mempunyai dua sistem pernapasan yang bisa membuatnya bertahan dalam kondisi tersebut.

Jenis belut yang paling banyak dikenal di Indonesia adalah belut sawah (Monopterus albus). Di beberapa tempat dikenal juga belut rawa (Synbranchus bengalensis). Perbedaan belut sawah dan belut rawa yang paling mencolok adalah postur tubuhnya. Belut sawah tubuhnya pendek dan gemuk, sedangkan belut rawa lebih panjang dan ramping.


Terdapat dua segmen usaha budidaya belut yaitu pembibitan dan pembesaran. Pembibitan bertujuan untuk menghasilkan anakan. Sedangkan pembesaran bertujuan untuk menghasilkan belut hingga ukuran siap konsumsi.

Kali ini alamtani akan menguraikan tentang budidaya pembesaran belut di kolam tembok. Mulai dari pemilihan bibit hingga pemanenan. Semoga bermanfaat.

Memilih bibit belut

Bibit untuk budidaya belut bisa didapatkan dari hasil tangkapan atau hasil budidaya. Keduanya memiliki kekurangan dan keunggulan masing-masing.

Bibit hasil tangkapan memiliki beberapa kekurangan, seperti ukuran yang tidak seragam dan adanya kemungkinan trauma karena metode penangkapan. Kelebihan bibit hasil tangkapan adalah rasanya lebih gurih sehingga harga jualnya lebih baik.

Kekurangan bibit hasil budidaya harga jualnya biasanya lebih rendah dari belut tangkapan. Sedangkan kelebihannya ukuran bibit lebih seragam, bisa tersedia dalam jumlah banyak, dan kontinuitasnya terjamin. Selain itu, bibit hasil budidaya memiliki daya tumbuh yang relatif sama karena biasanya berasal dari induk yang seragam.

Bibit belut hasil budidaya diperoleh dengan cara memijahkan belut jantan dengan betina secara alami. Sejauh ini di Indonesia belum ada pemijahan buatan (seperti suntik hormon) untuk belut. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pembibitan, silahkan baca kiat sukses pembibitan belut.

Bibit yang baik untuk budidaya belut hendaknya memiliki kriteria berikut:
  • Ukurannya seragam. Ukuran bibit yang seragam dimaksudkan untuk memudahkan pemeliharaan dan menekan risiko kanibalisme atau saling memangsa.
  • Gerakannya aktif dan lincah, tidak loyo.
  • Tidak cacat atau luka secara fisik.
  • Bebas dari penyakit.
Budidaya belut untuk segmen pembesaran biasanya menggunakan bibit belut berukuran panjang 10-12 cm. Bibit sebesar ini memerlukan waktu pemeliharaan sekitar 3-4 bulan, hingga siap konsumsi. Untuk pasar ekspor yang menghendaki ukuran lebih besar, waktu pemeliharaan bisa mencapai 6 bulan.

Menyiapkan kolam budidaya belut

Budidaya belut bisa dilakukan dalam kolam permanen maupun semi permanen. Kolam permanen yang sering dipakai antara lain kolam tanah, sawah, dan kolam tembok. Sedangkan kolam semi permanen antara lain kolam terpal, drum, tong, kontainer plastik dan jaring.

Kali ini kita akan membahas budidya belut di kola tembok. Kolam tembok relatif lebih kuat, umur ekonomisnya bisa bertahan hingga 5 tahun.

Bentuk dan luas kolam tembok bisa dibuat berbagai macam, disesuaikan dengan keadaan ruang dan kebutuhan. Ketinggian kolam berkisar 1-1,25 meter. Lubang pengeluaran dibuat dengan pipa yang agak besar untuk memudahkan penggantian media tumbuh.

Untuk kolam tembok yang masih baru, sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu selama beberapa minggu. Kemudian direndam dengan air dan tambahkan daun pisang, sabut kelapa, atau pelepah pisang. Lakukan pencucian minimal tiga kali atau sampai bau semennya hilang.


Media tumbuh untuk budidaya belut

Di alam bebas belut sering dijumpai dalam perairan berlumpur. Lumpur merupakan tempat perlindungan bagi belut. Dalam kolam budidaya pun, belut membutuhkan media tumbuh berupa lumpur.

Beberapa material yang bisa dijadikan bahan membuat lumpur/media tumbuh antara lain, lumpur sawah, kompos, humus, pupuk kandang, sekam padi, jerami padi, pelepah pisang, dedak, tanaman air, dan mikroba dekomposer.

Komposisi material organik dalam media tumbuh budidaya belut tidak ada patokannya. Sangat tergantung dengan kebiasaan dan pengalaman. Pembudidaya bisa meramu sendiri media tumbuh dari bahan-bahan yang mudah didapatkan.

Berikut ini salah satu alternatif langkah-langkah membuat media tumbuh untuk budididaya belut:
  • Bersihkan dan keringkan kolam. Kemudian letakkan jerami padi yang telah dirajang pada dasar kolam setebal kurang lebih 20 cm.
  • Letakkan pelepah pisang yang telah dirajang setebal 6 cm, di atas lapisan jerami.
  • Tambahkan campuran pupuk kandang (kotoran kerbau atau sapi), kompos atau tanah humus setebal 20-25 cm, di atas pelepah pisang. Pupuk organik berguna untuk memicu pertumbuhan biota yang bisa menjadi penyedia makanan alami bagi belut.
  • Siram lapisan media tumbuh tersebut dengan cairan bioaktivator atau mikroba dekomposer, misalnya larutan EM4.
  • Timbun dengan lumpur sawah atau rawa setebal 10-15 cm. Biarkan media tumbuh selama 1-2 minggu agar terfermentasi sempurna.
  • Alirkan air bersih selama 3-4 hari pada media tumbuh yang telah terfermentasi tersebut untuk membersihkan racun. Setel besar debit air, jangan terlalu deras agar tidak erosi.
  • Langkah terakhir, genangi media tumbuh tersebut dengan air bersih. Kedalaman air 5 cm dari permukaan. Pada kolam tersebut bisa diberikan tanaman air seperti eceng gondok. Jangan terlalu padat.
Dari proses di atas didapatkan lapisan media tumbuh/lumpur setebal kurang lebih 60 cm. Setelah semuanya selesai, bibit belut siap untuk ditebar.
Catatan : Dengan metode lain, budidaya belut bisa dipelihara dalam air bersih tanpa menggunakan lumpur.

Penebaran bibit dan pengaturan air

Belut merupakan hewan yang bisa dibudidayakan dengan kepadatan tinggi. Kepadatan tebar untuk bibit belut berukuran panjang 10-12 cm berkisar 50-100 ekor/m2.

Lakukan penebaran bibit pada pagi atau sore hari, agar belut tidak stres. Bibit yang berasal dari tangkapan alam sebaiknya dikarantina terlebih dahulu selama 1-2 hari. Proses karantina dilakukan dengan meletakkan bibit dalam air bersih yang mengalir. Berikan pakan berupa kocokan telur selama dalam proses karantina.

Aturlah sirkulasi air dengan seksama. Jangan terlalu deras (air seperti genangan sawah) yang penting terjadi sirkulasi air. Atur juga kedalaman air, hal ini berpengaruh pada postur tubuh belut. Air yang terlalu dalam akan membuat belut banyak bergerak untuk mengambil oksigen dari permukaan, sehingga belut akan lebih kurus.

Pemberian pakan

Belut merupakan hewan yang rakus. Keterlambatan dalam memberikan pakan bisa berakibat fatal. Terutama pada belut yang baru ditebar.

Takaran pakan harus disesuaikan dengan berat populasi belut. Secara umum belut membutuhkan jumlah pakan sebanyak 5-20% dari bobot tubuhnya setiap hari.

Berikut kebutuhan pakan harian untuk bobot populasi belut 10 kg:
  • Umur 0-1 bulan: 0,5 kg
  • Umur 1-2 bulan: 1 kg
  • Umur 2-3 bulan: 1,5 kg
  • Umur 3-4 bulan: 2 kg
Pakan budidaya belut bisa berupa pakan hidup atau pakan mati. Pakan hidup bagi belut yang masih kecil (larva) antara lain zooplankton, cacing, kutu air (daphnia/moina), cacing, kecebong, larva ikan, dan larva serangga. Sedangkan belut yang telah dewasa bisa diberi makanan berupa ikan, katak, serangga, kepiting yuyu, bekicot, belatung, dan keong. Frekuensi pemberian pakan hidup dapat dilakukan 3 hari sekali.

Untuk pakan mati bisa diberikan bangkai ayam, cincangan bekicot, ikan rucah, cincangan kepiting yuyu, atau pelet. Pakan mati untuk budidaya belut sebaiknya diberikan setelah direbus terlebih dahulu. Frekuensi pemberian pakan mati bisa 1-2 kali setiap hari.

Karena belut binatang nokturnal, pemberian pakan akan lebih efektif pada sore atau malam hari. Kecuali pada tempat budidaya yang ternaungi, pemberian pakan bisa dilakukan sepanjang hari.

Pemanenan

Tidak ada patokan seberapa besar ukuran belut dikatakan siap konsumsi. Tapi secara umum pasar domestik biasanya menghendaki belut berukuran lebih kecil, sedangkan pasar ekspor menghendaki ukuran yang lebih besar. Untuk pasar domestik, lama pemeliharaan pembesaran berkisar 3-4 bulan, sedangkan untuk pasar ekspor 3-6 bulan, bahkan bisa lebih, terhitung sejak bibit ditebar.

Terdapat dua cara memanen budidaya belut, panen sebagian dan panen total. Panen sebagian dilakukan dengan cara memanen semua populasi belut, kemudian belut yang masih kecil dipisahkan untuk dipelihara kembali.

Sedangkan pemanenan total biasanya dilakukan pada budidaya belut intensif, dimana pemberian pakan dan metode budidaya dilakukan secara cermat. Sehingga belut yang dihasilkan memiliki ukuran yang lebih seragam.

Minggu, 04 September 2016

Petani Cabe Wajib Mengetahui Cara Ini.!

Potret Pertanian - Dalam membudidayakan semua jenis tanaman hortikultura memang perlu pengetahuan yang cukup untuk mendapatkan hasil yang maksimal, serta banyak hal yang harus diperhatikan mulai benih, media tanam atau tanah, cuaca, iklim, hama penyakit. kali ini potret akan berbagi sedikit informasi bagi Petani Cabe Wajib Mengetahui Cara Ini.!. yuk kita simak sebentar ulasan berikut semoga bermanfaat.

Salah satu kendala yang sangat sering terjadi pada budidaya cabai adalah terjadinya kerontokan bunga maupun buah cabai. Hal ini merupakan masalah yang sangat penting karena percuma saja tanaman cabai kita sangat subur tapi ketika berbunga banyak yang rontok.

Sebelum kita mengatasi terjadinya kerontokan bunga dan buah cabai sebaikknya kita perlu mengetahui dahulu beberapa penyebab bunga dan buah cabai rontok. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kerontokan bunga dan buah pada tanaman cabai:
  • Kelembaban udara yang sangat rendah.
  • Tanah terlalu kering
  • Tanaman cabai ternaungi
  • Suhu udara terlalu tinggi
  • Serangan penyakit virus (CMV)
  • Serangan hama trips atau kutu-kutuan yang lain
  • Serangan penyakit pada cabai
  • Terlalu banyak atau kekurangan unsur Nitrogen
  • kekurangan Kalsium
  • Kekurangan salah satu unsur mikro
Setelah kita ketahui beberapa penyebab bunga dan buah cabai rontok tentu kita akan bisa menentukan tindakan yang dapat mencegah kerontokan bunga dan buah cabai. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah kerontokan bunga dan buah tanaman cabai adalah:
  • Usahakan mencari lahan untuk menanam cabai yang mudah pengairannya, hal ini bertujuan agar kita mudah menjaga kelembaban udara dan tanahnya. Tapi perlu diingat bahwa cabai tidak suka diairi berlebihan, bisa layu.
  • Bebaskan tanaman cabai dari naungan bangunan maupun tanaman lain yang lebih besar
  • Dalam pemupukan tanaman cabai harus diperhatikan pemberian unsur nirtogen, pemberian terlalu banyak bisa sangat membahayakan kehidupan tanaman cabai. Bukan hanya dari kerontokan bunga dan buah tetapi juga menjadi rentan dari serangan hama dan penyakit. Kekurangan unsur N juga kurang bagus karena tanaman cabai menjadi kurang subur
  • Hati-hati terhadap serangan virus, cegah dengan mengendalikan vektor penyebarnya diantaranya kutu kebul dan aphids. Selain itu sebelum menanam kita harus memastikan bahwa lahan kita bebas dari bebagai virus (bukan bekas tanaman yang terserang virus) atau hindari menanam cabai pada areal yang berdekatan dengan tanaman lain yang terkena virus.
  • Cegah sedini mungkin serangan hama-hama penghisap (kutu-kutuan) dengan manipulasi lingkungan maupun menggunakan insektisida, terutama saat musim kemarau
  • Monitoring dan kendalikan serangan penyakit tanaman cabai. Terutama penyakit patek.
  • Pada awal penanaman usahakan pemberian kalsium ((kapur), bisa juga dengan pemberian kalsium dengan cara penyemprotan
  • Jika syarat-syarat diatas telah dipenuhi tapi ternyata masih terjadi kerontokan bunga dan buah besar kemungkinan tanaman cabai anda kekurangan salah satu unsur mikro. Pemberian unsur mikro bisa dilakukan dengan menyemprotkan pupuk daun yang mengandung unsur mikron lengkap melalui daun.
Sekian dulu ya semoga artikel yang berasal dari http://www.gerbangpertanian.com/ yang ditulis oleh Mas-pray ini dapat membantu dan bermanfaat buat kita semua, dan salam sukses selalu dari Potret Pertanian.

Kamis, 01 September 2016

Teknis Budidaya Tanaman Nangka

Nangka (Artocarpus heterophyllus) adalah tanaman jenis buah tahunan yang tergolong ke dalam famili malvales dan hanya tumbuh di daerah yang beriklim tropis.  Tanaman nangka dapat dikenali dari berbagai penampilan fisiknya yang antara lain dari akar, batang, daun, buah, dan bunga.

Nangka (Artocarpus heterophyllus atau A. integra) termasuk keluarga Moraceae, masih semarga dengan cempedak dan keluwih. Sebagai buah segar dan bahan sayur, nangka cukup populer di Indonesia. Konon tanaman yang bergetah putih ini berasal dari India Selatan, dan sudah lama dibudidayakan. Kemudian tanaman ini menyebar ke dataran Malaysia, dan kini terdapat luas di seluruh daerah tropis, termasuk Indonesia.

Tidak ada ruginya memiliki tanaman nangka, apalagi membudidayakannya. Karena tanaman ini banyak kegunaannya. Buahnya yang masih pentil, disebut babal, sering digunakan sebagai bahan rujak bebeg. Buah muda digunakan untuk sayur, sedangkan yang sudah matang selain untuk buah segar, juga sebagai bahan berbagai jenis makanan. Bijinya pun (yang sudah tua) enak rasanya bila direbus atau digoreng.

Selain itu kayu nangka cukup bagus untuk digunakan sebagai bahan bangunan atau untuk perabot rumah tangga. Daun-daunnya dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak. Hampir semua bagian tanaman nangka tidak ada yang terbuang dan dapat dimanfaatkan.

Tempat Yang Cocok untuk Nangka

Nangka cocok ditanam di dataran rendah sampai dengan ketinggian 700 meter di atas permukaan laut. Namun sering juga dijumpai tanaman nangka yang tumbuh baik di daerah yang berketinggian 1000 meter dpl. Hal ini bisa saja terjadi karena tanaman nangka tahan terhadap hawa dingin dan memiliki perakaran yang dalam. Meskipun demikian, tanaman nangka tidak menyukai air yang berkelebihan. Ia lebih suka ditanam di daerah yang memiliki kedalaman air tanah antara 1-2 meter. Tanah yang gembur dan agak berpasir, ideal untuk tanaman ini.

Bibit Nangka

Nangka bisa diperbanyak secara vegetatif maupun generatif, yaitu dengan cangkok, okulasi, sambung pucuk, dan biji. Masing-masing teknik perbanyakan ini memiliki keunggulan.

1. Bibit dari Biji Nangka

Umumnya tanaman buah-buahan tidak dianjurkan diperbanyak dengan biji, karena perbanyakan dengan biji menghasilkan tanaman yang sifatnya menyimpang dari tanaman induknya. Lain halnya dengan nangka, meskipun diperbanyak dengan biji biasanya tidak banyak mengalami perubahan/penyimpangan dari induknya, seandainya ada hanya sedikit. Hal ini disebabkan tanaman nangka melakukan penyerbukan sendiri karena bunganya sempurna.

Tetapi untuk mendapatkan bibit yang bagus, yang tidak menyimpang dari sifat induknya, tidak sembarang biji nangka bisa ditanam. Harus dipilih biji yang baik.

Biji untuk benih diambil dari buah nangka yang matang pohon dan sehat. Tidak semua biji dari sebuah nangka dapat digunakan sebagai benih. Buah yang diambil bijinya hanya di bagian tengahnya saja, sedangkan ¼ bagian pangkal buah dan ½ bagian ujungnya tidak usah diambil bijinya. Biji-biji di bagian tengah buah itu dikeluarkan dari daging buahnya dan diseleksi lagi. Untuk keperluan benih dipilih biji-biji yang bentuk dan ukurannya seragam. Biji yang cacat, ukurannya terlalu besar atau terlalu kecil, terlalu gepeng atau lonjong sebaiknya tidak digunakan untuk benih. Pemilihan biji yang seragam ini dimaksudkan agar diperoleh bibit nangka yang sama.

Agar terhindar dari serangan cendawan, biji yang terpilih tadi dicuci bersih, untuk menghilangkan zat gula yang masih melekat. Lalu dikering-anginkan selama 3 hari dan dihindarkan dari panas matahari.

Setelah mendapatkan biji yang terpilih dan sudah dikeringkan, sebaiknya benih segera disemai atau ditanam, minimal keesokan harinya. Sebab semakin lama ditahan/disimpan, semakin besar resikonya, daya kecambah benih berkurang dan kemungkinan benih dapat terkena cendawan.

Tempat media semai dapat di polybag atau kotak yang dangkal. Polybag diisi campuran tanah gembur dan pupuk kandang/kompos dengan perbandingan 1 : 1. Akan lebih baik jika ditambah NPK sebanyak 1 sendok makan per polybag. Bila menggunakan kotak, isilah dengan pasir, tujuannya hanya untuk mengecambahkan benih, selanjutnya dipindahkan ke dalam polybag. Polybag-polybag untuk bibit sebaiknya diletakkan di tempat yang teduh atau dibuatkan atap dari alang-alang.

Sebelum disemai/ditanam, benih dikupas kulit terluarnya agar pertumbuhan lembaga tidak terganggu. Peletakkan benih dalam polybag tidak boleh sembarangan. Belahan biji yang lebih kecil menghadap ke atas, agar benih cepat berkecambah dan nantinya tanaman dapat tumbuh lurus ke atas. Untuk mempercepat biji berkecambah juga dapat digunakan zat perangsang tumbuh, seperti Atonik, Rootone, atau lainnya dengan dosis yang tertera dalam kemasannya.

Agar diperoleh bibit yang sehat dan tumbuh baik, maka perawatan bibit selama dalam persemaian tidak boleh diabaikan. Penyiraman dilakukan setiap hari. Bila ada hama atau cendawan yang mengganggu, bibit segera disemprot dengan pestisida atau fungisida yang sesuai. Pada masa-masa ini bibit juga perlu dipupuk, dan sebaiknya menggunakan pupuk lengkap, seperti Gandasil, Complesal atau lainnya, cukup 10 hari sekali.

Dua bulan kemudian bibit sudah bisa dipindahkan ke lapang untuk ditanam secara permanen. Seminggu sebelum ditanam di lapang, atap alang-alang yang menutup pesemaian dibuka agar bibit beradaptasi dengan cahaya matahari. Sementara itu bibit diseleksi sehingga hanya bibit yang baik dan sehat yang ditanam.

2. Bibit Nangka Okulasi

Untuk mendapatkan bibit okulasi diperlukan batang bawah dan mata entres. Batang bawah diambil dari semaian biji nangka. Cara mendapatkan batang bawah sama dengan cara membuat bibit dari biji. Tanaman yang berumur 6 bulan atau tingginya sekitar 50-60 cm sudah dapat digunakan sebagai batang bawah.

Bila bibit batang bawah sudah tersedia, dibuatlah sayatan okulasi pada kulit batang itu berbentuk persegi panjang, berukuran 1,5 x 3 cm, menggunakan pisau yang bersih dan tajam. Posisi sayatan kira-kira 15 cm dari tanah. Kulit sayatan dilepas dengan hati-hati, kambium di belakangnya di jaga jangan sampai rusak.

Mata tunas (entres) diambil dari cabang tanaman nangka yang dikehendaki dan berumur lebih dari satu tahun dengan sayatan pisau juga. Ukuran sayatan sama dengan sayatan yang dibuat pada batang bawah. Mata tunas dilepas perlahan-lahan, dan langsung ditempelkan pada bekas sayatan yang dibuat pada batang bawah. Lalu diikat dengan tali rafia. Pengikatan diusahakan tidak terlalu kencang atau longgar, dan tidak mengganggu mata tunasnya.

Berhasil tidaknya okulasi dapat dilihat 1 minggu kemudian. Apabila mata tunas masih nampak segar, berarti okulasi berhasil. Tetapi bila kelihatan layu atau kering, sudah pasti gagal. Kalau okulasi jadi, tali rafia bisa dilepas. Lalu ujung tanaman dipotong kira-kira 10 cm dari mata okulasi, tapi jangan sampai putus, dirobohkan saja sampai mata okulasi tumbuh bagus, baru boleh diputus. Sebaiknya semua kegiatan mengokulasi ini dilakukan di tempat yang teduh.

3. Bibit Cangkokan Nangka

Nangka juga bisa diperbanyak dengan cangkok meskipun agak sulit karena tanaman ini bergetah. Sebagai bahan cangkok, pilih dahan yang sehat, yang besarnya seukuran ibu jari. Lalu dikerat sekitar 4 cm, dan kulitnya dilepas/dikupas. Kambium dibersihkan dengan mengeriknya perlahan-lahan. Getah yang keluar dibersihkan berkali-kali sampai bersih. Kupasan ini dibiarkan terbuka selama 1 hari agar kering. Oleskan zat perangsang pertumbuhan akar seperti Rootone atau bioroot-A di luka sayatan bagian atas. Setelah itu di bagian dahan yang terkelupas itu diberi mos dan dibalut dengan plastik bening lalu diikat dengan tali rafia.

Dua bulan kemudian tampak akar-akar bermunculan di permukaan media cangkok itu. Bila demikian, cangkokan sudah bisa dipotong dengan gergaji. Bagian yang dipotong sekitar 10 cm di bawah balutan. Bibit cangkok yang baru dipotong sebaiknya tidak langsung ditanam, tetapi taruh dalam polybag yang berisi tanah subur. Untuk mengurangi penguapan yang berlebihan, daun-daunnya dipangkas. Lalu polybag diletakkan di tempat yang teduh sampai pertumbuhan bibit normal. Setelah itu bibit bisa ditanam.

4. Bibit Sambung Pucuk Nangka

Sambung pucuk ialah hasil penyatuan pucuk dari tanaman yang satu dengan batang bawah dari tanamanlainnya. Sama halnya dengan okulasi, sambung pucuk ini hanya dapat dilakukan bila tanaman itu satu marga atau satu famili.

Sebagai batang bawah diambil bibit asal biji yang berumur 2-3 bulan. Sedangkan sebagai batang atas diambil pucuk ranting tanaman nangka yang sudah berumur lebih dari 1 tahun.

Batang bawah mula-mula dipotong kira-kira 20 cm dari tanah. Lalu bagian tengahnya dibelah. Ranting calon untuk batang atas juga dipotong dan bekas potongan ini runcingkan hingga membentuk huruf V. Daun-daunnya dipotong kecuali yang berada di ujung. Besarnya batang atas harus sesuai dengan batang bawah, dan tidak lebih besar dari batang bawahnya. Selanjutnya potongan ranting itu dimasukkan ke dalam belahan batang bawah, lalu diikat dengan tali rafia.

Untuk mengurangi penguapan yang berlebihan, sambungan dibungkus dengan plastik. Bila sudah nampak tanda-tanda ada pembengkakan pada sambungan dan pucuknya tampak segar, berarti sambungan itu berhasil. Oleh sebab itu plastik maupun tali pengikat sambungan boleh dibuka. Semua kegiatan penyambungan ini dilakukan di tempat yang teduh dan terhindar cahaya matahari langsung. Kira-kira satu bulan kemudian bibit sambungan itu akan nampak berkembangannya. Perawatan selanjutnya sama seperti perawatan bibit asal biji.


Persiapan Tanam dan Penanaman Nangka

Untuk penanaman di lapangan perlu disiapkan lubang tanam. Lubang tanam digali dengan ukuran 0,5 x 0,5 m atau 1 x 1 m, dan kedalamannya 0,5 meter. Cara pembuatan lubang tanam tidak berbeda dengan tanaman buah lainnya. penanaman lebih dari satu pohon jarak tanamnya 12 x 12 m.

Setelah digali, lubang dibiarkan terbuka selama 1-2 minggu, kemudian tanah galian dikembalikan ke dalam lubang, tapi sebelumnya dicampur dulu dengan pupuk kandang/kompos yang sudah matang sebanyak 2 kaleng minyak (20 liter) per lubang tanam. Bila tanah dan pupuk kandang sudah dikembalikan ke lubang, bibit tidak langsung ditanam. Tetapi dibiarkan 2 atau 3 minggu lagi, baru setelah itu boleh ditanami.

Kira-kira 1 minggu sebelum tanam bisa juga ditambahkan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 100 gram setiap lubang. Juga dapat diberi pestisida, seperti Curater atau Furadan, sesuai dosis pada kemasannya, agar aman dari gangguan nematoda. Pupuk NPK dan pestisida dicampur rata dengan tanah pada lubang tanam.

Bila persiapan tanam sudah selesai, bibit nangka dapat ditanam. Terlebih dahulu tanah bekas galian itu digali seukuran wadah tempat bibit. Bibit dikeluarkan dari polybag dan dimasukkan ke dalam lubang. Perakaran bibit diatur supaya tidak menggerombol pada satu sisi, tetapi menyebar ke segala arah. Posisi bibit diarahkan tegak lurus, agar tanaman dapat tumbuh baik. Setelah bibit dimasukkan, tanah di sekitar bibit dipadatkan sehingga bibit berdiri kokoh.

Butuh Perawatan

Sebenarnya menanam nangka itu mudah, ibaratnya hanya ditaruh di tanah saja ia akan tumbuh dengan baik. Tanpa perawatan pun nangka dapat tumbuh dan berbuah, namun tentunya hasil yang diperoleh tidak sebagus bila tanaman itu dirawat dengan baik. Perawatan yang penting adalah pemupukan, pemangkasan, perawatan buah dan pengendalian hama/penyakit.

1. Pemupukan Pohon Nangka

Di dalam tanah telah tersedia unsur-unsur hara yang dibutuhkan tanaman, baik hara makro maupun mikro. Namun persediaan hara itu lama-kelamaan bisa habis terserap oleh tanaman yang tumbuh di atasnya. Bila hal itu dibiarkan tanaman bisa menderita, bahkan mati. Oleh sebab itu tanah perlu dipupuk agar kebutuhannya akan hara tetap terpenuhi.

Pohon Buah Nangka

Memupuk nangka pada dasarnya sama dengan memupuk tanaman buah lainnya. Pada masa-masa pertumbuhan vegetatif (sebelum berbuah) tanaman butuh hara N lebih banyak, dan pada masa generatif (pembuahan) unsur P dan K lebih banyak dibutuhkan dari pada N. Dengan mengetahui prinsip ini sebenarnya tidak ada masalah bagi kita untuk memupuk tanaman nangka.

Bila kondisi tanah cukup baik, artinya tanah subur, pemberian pupuk organik, seperti pupuk kandang atau kompos, sudah cukup bagi pertumbuhan tanaman. Minimal setiap tahun tanaman kita beri pupuk kandang/kompos sebanyak 2 blek per pohon. Pemberian pupuk organik ini penting untuk memperbaiki struktur tanah dan menjaga tanah tetap subur. Enam bulan setelah tanam, tanaman dipupuk juga dengan NPK sebanyak 150 gram per pohon. Selanjutnya setiap 6 bulan sekali dosis pupuk NPK ditambah 50 gram dari dosis sebelumnya. Bila jumlah NPK sudah mencapai 500 gram/pohon, pemupukan selanjutnya menggunakan dosis itu.

Pupuk diberikan dengan cara dibenamkan di sekeliling pohon dalam radius tajuk tanaman, baik pupuk organik maupun kimia. Cara ini umum diterapkan untuk daerah yang tanahnya datar. Namun untuk tanaman nangka yang ditanam di daerah yang berlereng, caranya tidak demikian. Pupuk jangan dibenam di sisi yang lebih rendah dari tanaman, tetapi di sisi atas (yang lebih tinggi). Bila pupuk dibenam di sisi yang rendah, tanaman tidak dapat mengambil hara secara maksimal, bahkan pupuk akan cepat hilang bila ada air siraman atau air hujan. Sebaliknya bila dibenam di bagian atas, lebih banyak unsur hara yang dapat diserap tanaman. Pada saat menggali lubang untuk membenamkan pupuk sebaiknya berhati-hati, jangan sampai merusak akar-akarnya.

2. Pemangkasan Pohon Nangka

Nangka termasuk tanaman yang tidak bisa dipangkas berat. Pemangkasan untuk tanaman ini cukup dilakukan setahun sekali. Setelah tanaman berumur 1 tahun sudah bisa dipangkas. Tujuan pemangkasan ini selain untuk membentuk tajuk tanaman agar menjadi bagus, juga untuk tujuan pemeliharaan.

Agar bentuk tanaman nampak bagus, ujung batang bisa dipangkas sehingga tanaman tidak tinggi dan akan terbentuk banyak cabang. Namun pemangkasan ini sebenarnya tidak begitu penting, karena bila batang utama dipangkas, pembuahan akan terhambat. Sebaliknya pemangkasan pemeliharaan sangat penting. Bagian mana yang perlu dipangkas?

Ranting-ranting yang nampak lemah, yang dekat tanah sebaiknya dipotong. Demikian juga tunas-tunas yang tumbuh pada batang utama. Sebelumnya perlu dilihat, apakah tunas-tunas itu akan menumbuhkan bunga atau tidak. Bila tunas-tunas itu menumbuhkan bunga, kita biarkan saja. Tetapi bila menjadi tunas-tunas liar, sebaiknya dipangkas. Pemangkasan dapat dilakukan dengan menggunakan parang yang tajam atau gunting pohon. Cara memotong ranting/cabang sebaiknya runcing ke atas. Untuk mencegah infeksi cendawan, bekas luka pangkas dapat diolesi lilis atau parafin.

3. Merangsang Pembungaan

Nangka mulai berbunga setelah berumur 3-5 tahun. Namun tidak jarang tanaman tidak kunjung berbunga sehingga membuat jengkel pemiliknya. Beberapa hal dapat menjadi penyebab, mungkin karena tanaman terlalu subur, daunnya kelewat lebat sehingga tanaman enggan berbunga. Untuk itu kelebatan daun harus dikurangi dengan pemangkasan.

Masyarakat pedesaan sering “membacok-bacok” pohon nangkanya agar mau berbuah. Batang nangka dilukai dengan parang. Membuat pelukaan pada batang sebaiknya parang diarahkan ke atas. Bila bacokan ke bawah, hal ini membahayakan tanaman sebab bila hujan, air akan tertampung pada bekas luka itu dan tidak bisa mengalir. Ini bahaya, dapat mendorong tumbuhnya cendawan atau penyakit, dan dapat menjadi jalan masuknya hama penggerek batang. Sebaliknya bila bekas luka mengarah ke atas, air hujan tidak sempat tertampung dan luka cepat kering. Dengan demikian tidak ditumbuhi cendawan.

4. Perawatan Buah Nangka

Untuk menghindari serangan hama, seperti kumbang atau lalat buah, maka buah nangka mesti dibungkus. Buah harus dibungkus sejak masih kecil. Setelah bakal buah terbentuk dan sudah terjadi penyerbukan yang ditandai dengan menyembulnya tangkai putik/sari, harus segera dibungkus. Pembungkusan buah ini harus berhati-hati, jangan sampai tangkai buah melintir yang dapat mengakibatkan kerontokan sebelum waktunya.

Ketika buah masih kecil, untuk pembungkus bisa memakai plastik atau kain usang. Setelah buah agak besar (kira-kira 2 bulan), dapat digunakan pembungkus dari karung goni atau kertas semen. Bila menggunakan karung goni, kadang masih kurang aman, lalat buah mungkin masih bisa menembusnya. Sehingga lebih baik bila di dalam karung pembungkus itu diberi/dilapisi daun-daun pisang kering. Karung atau kertas semen untuk bungkus jangan terlalu kecil, sebaiknya yang agak besar dan longgar agar perkembangan buah tidak terganggu.

Bersamaan dengan pembungkusan ini, bila perlu dapat dilakukan penjarangan buah. Buah yang kelewat menggerombol dapat dibuang sebagian. Yang ditinggalkan tentu saja buah yang sehat dan baik bentuknya. Buah hasil sortiran yang sudah agak besar dapat dimanfaatkan sebagai bahan sayur. Dengan penjarangan diharapkan buah yang dipelihara dapat berkembang maksimal.

5. Pengendalian Hama dan Penyakit Pohon Nangka

Pengganggu tanaman nangka sebenarnya tidak banyak. Tetapi yang sedikit itu bila dibiarkan dapat menimbulkan kerugian bagi tanaman. Pengganggu itu bisa berupa hama atau cendawan, yang menyerang batang maupun buahnya.

Musuh utama nangka adalah lalat buah. Hama yang berukuran kecil ini menyerang dan mampu menghancurkan buah yang sudah diserangnya. Bila sudah demikian tidak ada lagi yang dapat kita lakukan selain membuang buah itu. Satu-satunya cara mengatasi hama ini adalah melakukan pencegahan dengan cara membungkus buah sejak buah masih muda.

Demikian sekilas tentang  Teknis Budidaya Tanaman Nangka semoga bermanfaat dan selamat mencoba sukses selalu.

Blog Archive

About

Blogroll

Blogger news

Popular Posts

Blogger templates

Wikipedia

Hasil penelusuran