Pages

Senin, 29 Agustus 2016

Panen Tembakau Potret Pertanian

Potret Pertanian - Selamat berjumpa lagi sahabat semua, kali ini saya akan mengabbarkan kepada sahabat Potret bahwa tembakau yang waktu itu sempat potret buat artikel yang berjudul Tips Menanam Tembakau Di Pekarangan Rumah, nah kalik ini tembakau yang potret tanam sudah bisa dipanen dan selanjutnya akan diolah menjadi tembakau Rokok Tingwe, Alias Ngelinting dewe, ha ha ha..

Kebetulan sekali dalam rangka menyambut kenaikan harga rokok yang direncanakan bulan ini akan naik bak roket nasa meluncur menuju angkasa. Momennya pas banget ya dengan kenaikan harga rokok sehingga akan menjadi alternatif dengan membuat rokok sendiri bagi para pecandu rokok, Tapi kali ini saya akan membahas cara panen yang tepat untuk tembakau sehingga akan menjadi tembakau berkualitas tinggi, Nah dengan demikian kita akan buat rokok dengan racikat sperti rokok dji sam soe atau sampurna dan juga rokok berkelas lainya, ha ha ha bagaimana cucok banget kan cuy......
Dibawah ini adalah ciri-ciri daun tembakau yang sudah bisa kita panen yuk segera saja langsung Ke TKP:

Potong tangkai tanaman tembakau tanpa melepaskan daun. Pilihan lain adalah kita bisa melepaskan daun dari tangkai di ladang kebun. Tanaman seharusnya siap dipanen 3 bulan setelah ditanam. 


  • Tangkai seharusnya dipotong 3-4 minggu setelah terminal kuncup dipotong. Daun bagian bawah akan setengah layu pada saat ini. Jika kita memetik daun di kebun, seharusnya ada 4 atau 5 kali panen dengan jarak waktu 1-2 minggu, dimulai dengan daun bagian bawah. Panen pertama akan mulai secepatnya setelah terminal kuncup dipotong dan saat daun terlihat kekuningan.
  • Bunga akan menghalangi pertumbuhan daun Anda dan akan mengambil sinar matahari, memotong pucuk sangat penting untuk memperoleh daun tembakau sebesar dan selebar mungkin.
  • Kita tidak boleh memetik daun karena ia akan digantung dalam proses pengasapan. Pengasapan perlu dilakukan karena ini mempersiapkan daun untuk pengonsumsian; proses ini memproduksi berbagai senyawa dalam daun yang memberikan tembakau yang diawetkan perisa jerami, teh, minyak mawar atau aroma buah-buahan.Pengawetan juga menambah “kehalusan” tembakau saat dikonsumsi.
Gantung daun tembakau Anda di area yang berventilasi baik, panas, dan lembab. Suhu yang disarankan untuk mengasapkan berkisar dari 65 derajat sampai 95 derajat Fahrenheit (18-35ºC), dimana tingkat kelembaban optimal berkisar antara 65-70%.
  • Pastikan memberi ruang yang cukup di antara tangkai untuk membantu pengeringan daun yang mencukupi.
  • Pengasapan yang tepat seharusnya memakan waktu beberapa minggu untuk mencapai kualitas tinggi. Tembakau yang diasapi terlalu cepat akan berwarna hijau dan kemungkinan tidak memiliki aroma atau rasa yang baik. Daun yang diasapi terlalu lambat bisa menghasilkan lumut atau pembusukan. Pastikan untuk mengawasi daun tembakau Anda dengan dekat untuk pertanda ini dan sesuaikan suhu/kelembaban untuk menyesuaikan.
  • Jika mengasapi daun pada tangkai, petik daun dari tangkai setelah pengasapan selesai.
  • Ruangan yang bisa dibuka dan ditutup untuk mengendalikan kelembaban dan pengeringan sangat ideal. Beberapa penghasil tembakau buatan rumah telah membangun fasilitas pengasapan dan mungkin menawarkan untuk dijual.
  • Tembakau yang diasapkan menggunakan udara biasanya digunakan untuk rokok. Tembakau yang diasapkan menggunakan api biasanya memakan waktu 10-13 minggu dan digunakan untuk membuat tembakau pipa dan tembakau kunyah. Tembakau yang diasapkan menggunakan matahari dan pipa asap digunakan untuk rokok.
Nah demikian tadi sekilas Panen Tembakau Potret Pertaniansemoga bermanfaat dan langsung saja kita simak Tips Pengolahan Hasil Panen Tembakau

Tips Membuat Buah Tomat Besar dan Seragam Dari Pangkal samapi Buah Ujung

Potret Pertanian – Sahabat semua pengunjung setia Potret yang baik hati, saya ucapkan terimakasih telah bersedia untuk membaca artikel diwebsite sederhana ini, dan senag sekali saya bisa selalu Berbagi Solusi dan Informasi dibidang pertanian, untuk yang lebih baik lagi, semoga artikel-artikel yang saya tulis dan bagikan akan bermanfaat buat kita semua para petani untuk meningkatkan hasil produksi pertanian kita. Setelah dalam postingankemarin Cara Atasi RetakBuah Pada Tanaman Tomat sekarang akan saya bagikan Sedikit Tips Membuat Buah Tomat Besar dan Seragam Dari Pangkal samapi Buah Ujung.

Untuk meningkatkan hasil panen serta berkualitas tinggi tentunya sudah menjadi  hal wajib yang harus kita lakukan dalam berbudidaya, dan merupakan hal yang sangat membanggakan mendapatkan hasil yang maksimal serta bermutu tinggi, karena akan mempengaruhi nilai jual hasil pertanian kita. Yang ahirnya akan mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan kita.

Tanaman tomat yang biasanya kita budidayakan akan menghasilkan beberapa tandan buah 5 sampai 6 dari mulai pangkal batang sampai unjung tanaman yang menggunakan ajir yang untuk menopang tanaman tomat yang kita rambatkan, Nah berikut hal yang harus anada lakukan untuk melakukan Tips Membuat Buah Tomat Besar dan Seragam Dari Pangkal samapi Buah Ujung.

  1. Dalam perkembangan buah tomat, diperlukan pembelahan sel yang cukup, dengan bantuan unsur Boron yang cukup pula, tapi ingat pemakaian boron yang berlebihan juga akan membuat terjadinya retak pada buah jika tidak diimbangi dengan pemakaian pupuk Calsium dan kaliuam yang tinggi, baca disini CaraAtasi Retak Buah Pada Tanaman Tomat, oleh sebab itu konsultasikan dengan toko kios yang atau dengan petugas pertanian ditempat anda supaya lebih efektif dalam pemakaian dengan dosis yang tepat. Karena sudah menjadi hal yang penting sekali dalam usaha pertanian dalam mengaplikasih baik itu pupuk pestisida dalam proses budidaya yang kita lakukan, yaitu Tepat Dosis, Tepat waktu dan tepat sasaran. "Saran dari saya gunakan pupuk yang sudah ada dengan dosis dan anjuran yang tepat serta unsur yang sudah pas untuk membuat tanaman menjadi besar, yaitu dengan menggunakan unsur yang terkadung didalamnya sudah lengkap dan susuai fase pada tanaman tomat yang kita budidayakan. Gunakan Pupuk Buah PRIMAPLUS dari CV. Primagro, yaitu pupuk buah dengan kandungan Boron Kalium Calcium dan Magnesium yang sudah diformulasikan oelh perusahaan tersebut".
  2. Sisakan tandan buah tomat cukup 4 sampai 5 tandan, dan potong ujung tanaman sehingga proses pertumbuhan berhenti, Potong tepat diatas tangkai dauun seperti gambar dibawah ini.
    Dengan pemotongan pucuk tanaman ini akan menghasilakan daun yang sama besar dari daun pangkal dan daun ujung, serta dengan pemotongan tersebut semua makanan atau hara yang kita suplai semua akan lari kebuah, karena terhentinya pertumbuhan tanaman akibat kita potong tadi. Keuntungan memotong ujung tanaman tomat tersbut, pertama, daun tomat dari bawah sampai keatas akan sama besarnya, kedua batang kan lebih besar dan kokoh sehingga suplai makan dari akar samapai kebuah lebih lancar. Ketiga dalam kondisi tanaman yang kuat dan kokoh maka tanaman akan lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit.
Bagaimana Sahabat Potret Pertanian, caranya cukup simpelkan. Dengan adanya pemotongan tersebut tentunya akan membuat produksi buah tomat akan lebig seragam, dari mulai tangkai pertama sampai tangkai ujung, jadi buah tomat kita akan sedikit masuk afkiran buah A dan Buah B. Dengan pemotongan ujung dan yang akan menyisakan tandan buah 4 samapi 5 tandan saja, jika pertandan bisa mengjasilkan 1 samapi 1,5 kg saja maka estimasinya kita akan menghasilkan buah 6 sampai 8 kg perbatang tanaman, jika harga 1000 saja artinya kita akan mendapatkan perbatang Rp.6000 sampai Rp. 8000 ribu rupiah, jika modal untuk membudidayakan tanaman tomat tersebut adalah Rp. 3000 maka sudah jelas keuntungan kita adalah Rp. 3000 sampai Rp. 5000 perbatang Tomat.

Nah demikian lah sedikit Tips Membuat Buah Tomat Besar dan Seragam Dari Pangkal samapi Buah Ujung dari Potret Pertanian, semoga bermanfaat dan selamat mencoba, salam sukses selalu dari kami Potret Pertanain

Cara Atasi Retak Buah Pada Tanaman Tomat


Potret Pertanian – Proses budidaya tanaman tomat memang tidak mudah, banyak tahapan yang harus dilalui, dari menyiapkan lahan tanaman sampai bibit yang baik, pemupukan yang berimbang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tanaman itu sendiri, serta perawatan dari gangguan OPT yang setiap saat mengancam proses dalam embudidayakan nya.

Setelah proses demi proses dari tahapan yang dilalui sampai buah tomat siap untuk dipanen, nah pada fase inilah sering terjadi retak bahkan pecah pada buah tomat, sehingga akan mengurangi kualitas hasil panen tersebut. Dan tak jarang petani harus membuang buah tomat yang retak karena takut mengurangi kualitas buah yang dihasilkan.  Dalam postingan CaraAtasi Retak Buah Pada Tanaman Tomat  kali ini akan saya bahas sedikit tentang penyebab dan cara menanggulanginya, semoga artikel yang singkat ini akan bermanfaat bagi kita semua untuk meningkatkan hasil produksi tomat yang anda budidayakan.

Buah Tomat mempunyai  kulit ari yang berbeda-beda, dari yang agak tebal sampai yang sedikit tipis, tergantung dari farias yang kita gunakan masing-masing.  Tetapi penyebat utama terjadinya buah pecah dalam budidaya tomat adalah Musih, pada musim penghujan yang menyebabkan kelembapan tanah meninigkat sehingga membuat unsur nitrogen berlebih dalam tanah sehingga memacu peningkatan konsumsi tanaman terhadap unsur nitrogen tersebut,  sehingga akan membuat kekuatan tanaman menjadi rentan terhadap penyakit, seperti peningkatan serangan penyakit seperti pitoptora fusarium dan lain lain, karena fisik tanaman menjadi sedikit lemah dengan bertambahnya pembelahan sel yang berlebih akibat kebanyakan unsur nitrogen dalam tanaman. Untuk beberapa penyakit yang timbul akibat kebanyakan unsur nitrogen akan kita bahas diposting yang akan datang, kali ini kita akan bahas dulu untuk antisipasi buah pecah pada tomat.

Peningkatan konsumsi nitrogen akibat curah hujan yang tinggi atau meningkatnya kelembapan tanah sehingga memacau konsumsi nitrogen berlebihan yang akan berdampak pada buah tomat, buah tomat akan menjadi lunak terutama pada buah tomat yang sebentar lagi bisa dipanen. Kulit buah akan menipis akibat kelebihan nitrogen, akan terjadi retak-retak pada pangkal buah tomat, sehingga akan akan memicu organisme pengganggu tanaman untuk menyerang pada kondisi tersebut. Ahirnya buah tomat akan busuk dan rontok.

CaraAtasi Retak Buah Pada Tanaman Tomat Ingat Pepatah mengatakan “ sedia payung sebelum hujan “ artinya lebih baik melakukan langkah preventive atau pencegahan sebelum terjadi gejala retak pada buah tomat. Langkah yang harus dilakukan adalah.

  1. Pada pemupukan susulan yang biasanya dilakukan dengan cara pengecoran, pada usia pembungaan dengan menggunakan pupuk dengan kandungan kalium dan dan calcium yang tinggi, tujuanya adalah untuk mengimbangi jika curah hujan yang tinggi sehingga membuat pasokan nitrogen dalam dalam tanaman akan diimbangi dengan kadar Kalium dan Calsium. Peran penting pupuk kalium dan calcium pada buah adalah meningkatkan ketahanan tangkai buah, membuat elastis pada kulit buah sehingga akan membuat kulit buah tomat menjadi lebih licin dan elastis, sehingga kulit buah tomat tidak retak karena kelebihan nitrogen yang juga akan memacu pembelahan sel pada buah yang meningkat pada kondisi nitrogen tinggi.      Selain itu dengan penggunaan unsur Kalium dan Calcuim yang tinggi akan membuat tanaman akan tahan terhadap serangan penyakit lainya, kususnya pada tanaman Tomat pada batang dan daun tanaman terdapat bulu-bulu halus yang menjadi protektis alami tanaman menjadi lebih kuat terhadap curah hhujan dan kemungkinan sepora jamur tidak akan sampai kepori-pori batang dan daun karena bulu –bulu yang kuat pada batang dan daun tanaman tomat tersebut.
  2. Pakailah pupuk buah yang mempunyai kandungan zing, atau pemakaian Fungisida dengan kandungan zink, Seperti Antracol, Brantacol yang mempunyai kandungan zink, sehingga unsur zink yang terdapat pada pupuk atau fungisida akan membuat unsur silikat pada tanaman sehingga terjadi proteksi pada tanaman dengan bertambahnya lapisan lilin pada kulit buah, sehingga kulit buah akan lebih tebal dan mengkilat, serta bulu-bulu tanamn akan lebih kuat terhadap terpaan air hujan yang turun.
Nah demikianlah sedikit tips dari Potret Pertanian, semoga bermanfaat, jika kurang jelas bisa ditanyakan pada kolom komentar, ok selamat mencoba dan sukses selalu dari Potret Pertanian.
Rekomendasi : Tips Membuat Buah Tomat Besar dan Seragam Dari Pangkal samapi Buah Ujung

Mengenal Jenis Daging dan Ciri – cirinya

Potret Pertanian - Bernagai jenis daging ternak yang dikonsumsi terdiri dari daging Ternak besar  ( sapi, dan kuda ), daging ternak kecil ( kambing, dan domaba ), dan unggas ( ayam, itik, entok, dan kalkun ) tiap-tiap jenis daging menpunyai warna aroma dan nilai gizi yang berbeda-beda sesuai dengan spesifikasi dari jenis ternaknya. Adapun ciri –ciri umum beberapa dari jenis daging tersebut adalah sebagai berikut:

Daging Sapi
Daging berwarna merah segar, warna merah keunguan apabiladaging terkenaoksigen akan berubah menjadi merah cerry.
Serat daging halus dan sedikit berlemak, lemak daging berwarna kekuning kuningan, konsistensi padat

Daging Kerbau
Daging berwarna lebih merah daripada daging sapi, serat dagingnya agak kasar lemak daging berwarna putih,.

Daging Kuda
Daging berwarna merah kecoklatan, warna daging berubah menjadi gelap kalau terkena udara luar. Serat daging lebih kasar dan panjang dari daging sapi, warna lemak daging kuning emas dan kosistansinya lunak, konsistensi padat.

Daging domba
Daging berwarna merah, jika dibandingkan dengan daging sapi warna nya merah gelap, terdiri dari serat-serat halus. Diabwah kulit dan antara otot-otot terdapat banyak lemak daging berwarna putih, konsistensi cukup padat, daging domba jantan berbau khas ( prengus = jawa ).

Daging Kambing
Daging berwarna lebih pucat dari daging domaba, lemak daging berwarna putih.

Daging Babi
Dagin berwarna pucat hingga merah muda, daging bagian punggung banyak mengandung lemak, lebih lembek dibandingkan dengan lemak sapi atau kambing, daging padat bau spesifik daging babi.

Daging Ayam
Warna daging pada umumnya keputih – putihan, serat daging halus diantara serat daging tidak terdapat lemak, warna lemak putih kekuning-kuningan dengan konsistensi lunak, konsistensi daging kurang padat.

Daging  Kelinci
Warna dan serta dagingnya hampir sama dengan daging ayam, konsistensi kurang padat.

Daging Bekicot
Warna daging putih kekuningan serat daging hampir tidak ada konsistensi pada bagian putih lunak dan bagian yang hitam padat, perlemakan tidak ada.

Nah demikian lah sekilas Mengenal Jenis Daging dan Ciri – cirinya  semoga bermanfaat dan menjadi literatur dalam memilih daging yang akan kita konsumsi, sekian dulu dan salam sukses dari Potret Pertanian.

Jumat, 26 Agustus 2016

Budidaya Tanaman Pisang Kepok

Potret Pertanian - Pisang boleh jadi merupakan jenis buah yang paling umum ditemui tak hanya di perkotaan tetapi sampai ke pelosok desa. Ada beragam jenis buah pisang salah satunya adalah pisang kepok. Jenis yang satu ini memiliki ciri-ciri bentuk buah yang cenderung pipih dan tidak bulat memanjang seperti varian pisang lainnya tanaman pisang termasuk dalam family Musaceae. Nama lain dari pisang kepok sendiri adalah Musa x paradisiaca


Berikut ini adalah cara budidaya piang kepok di Kabupaten Paser

Pemilihan Lokasi

Pemilihan lokasi spesifikasi tanah dan agroklimat yang sesuai bagi pertumbuhan dan perkembangan optimal tanaman pisang, pemilihan lahan yang bebas dari penyakit layu pisang/lahan endrmis, subur dengan lapisan top soil tanah yang cukup tebal, tanah bertekstur pasir, tanah aluvial dan banyak mengandung humus. Curah hujan berkisar 1500-3800 mm/tahun, kelembapan udara antara 80-88% dan temperatur 22,8°C-32,4°C dengan intensitas penyinaran cahaya 40 - 58 lux, untuk PH tanah sendiri berkisar antara 4,5 - 6,5 dan kemiringan tanah maksimal 35%.

Penentuan Waktu Tanam

Waktu tanam terbaik untuk Pisang Kepok adalah awal musim hujan sampai tiga bulan sesudahnya. Untuk tiap daerah berbeda – beda untuk musim hujannya, sebaiknya meminta bantuan kantor meteorologi daerah setempat untuk dapat menentukan awal musim hujan atau disebut bulan basah. 

Pembersihan ( Penyiapan Lahan )

Bersihkan lahan dari benda – benda dan ranting yang akan menggangu sistem perakaran tanaman maupun menghambat penyerapan unsur makanan, buang sisa – sisa tumbuhan, daun – daun dan ranting bekas pemangkasan yang dapat menjadi sumber penularan hama dan masukan kedalam lubang yang cukup dalam berukuran 2X2X2 m.

Penyiapan saluran air atau parit kebun yang bebas dari rumput, sampah dedaunan serta kayu yang menyumbat ini digunakan untuk drainase yang baik.

Penentuan Jarak Tanam dan Penganjiran

Dalam proses ini dimaksudkan untuk memperoleh posisi tanam sehingga diperoleh populasi tanaman sesuai dengan standar yang ditetapkan dengan menggunakan ajir. Terciptanya jarak tanam yang optimum bagi tumbuhan tanaman pisang kepok.

Penyediaan Benih

Menyediakan benih yang berpotensi produksi dan kualitasnya tinggi, terjamin kemurnian (jenis varietas), memiliki peluang pasar yang jelas, sehat/bebas dari hama penyakit, serta dalam jumlah yang cukup banyak.

Pembuatan Lubang Tanam

Pembuatan lubang sesuai dengan ukuran yang ditetapkan, lubang dibuat dengan ukuran: Panjang = 50 cm, lebar = 50 cm, dalam 50 cm. Lubang dibuat dengan berukuran tersebut dimaksudkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan akar.

Penanaman

Pada proses penanaman ini yaitu proses meletakan benih pada lubang tanaman yang sudah dipersiapkan, sebelum mulai menanan sebaiknya seluruh peralatan dicuci terlebih dahulu untuk menghindari penularan penyakit menggunakan diinfektan (chorox) campurkan Trichoderma sp. Dengan pupuk kandang/kompos dan sebagian tanah kemudian dimasukan ke lubang tanam. Keluarkan benih pisang namun sebelum ditanam benih dicelupkan kedalam larutan 100 g Trichoderma sp., 10 liter air dan urea 10 g selama 15 menit. Bibit ditanam sampai sebatas 5 – 10 cm diatas pangkal batang. Penutupan lubang tanam, tanah bagian atas (top soil) dimasukan terlebih dahulu baru disusul dengan tanah bagian bawah (sub soil). Penutupan lubang tanam dilakukan setelah 2 minggu lubang tanaman dibiarkan terbuka dan setelah 2 minggu padatkan tanah agar tanaman dapat berdiri kokoh.

Pengairan

Mengatur ketersediaan air sesuai dengan kebutuhan tanaman dan fase pertumbuhan bagi perkembangan dan pertumbuhan tanaman yang optimal.

Penjarangan Anakan

Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengatur jumlah pohon/anakan dalam satu rumpun agar tanaman induk dapat tumbuh dan berkembang serta berproduksi secara optimal

Kriteria anakan yang dipilih antara lain :
  • Umur 4-6 bulan ( setelah anakan tumbuh
  • Tinggi antara 20-40 cm.
  • Pertumbuhan kuncup daun baik.
  • Pilih anakannya yang tumbuh disebelah luar dari pohon induk pada arah yang sama.
Penjarangan dilakukan setelah pohon induk berumur 30 minggu menyisakan dalam satu rumpun sebanyak 2-3 anakan. Anakan yang dipilih adalah anakan yang berasal dari pohon induk dengan umur berbeda (berselang 2-3 bulan). Cara mematikan anakan dilakukan dengan : potong anakan sebatas 20 cm dari tanah, congkel bagian tengah batang lalu tuangkan 2-3 ml (½ sendok teh) minyak tanah.

Sanitasi Lahan

Kegiatan membuang/mencabut dan mematikan Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman, menjaga kebersihan kebun dari gulma dan bagian tanaman yang sakit bertujuan untuk mengurangi kompetisi hara antara tumbuhan dengan tanaman penganggu (gulma) dan mengurangi sumber infeksi hama dan penyakit.

Pemupukan dan Pembubunan

Pemumpukan bertujuan untuk memenuhi unsur hara tanaman dan perakaran bisa berkembang lebih baik.

Berikut prosedur pelaksanaan pemupukan :
  • Pemupukan I dilakukan satu bulan setelah penanaman dengan pupuk kandang 10 kg/lubang dan pupuk anorganik (Urea = 50g, SP-36 = 30g).
  • Pemupukan ke II dan III dilakukan dua dan tiga bulan setelah penanaman dengan pupuk anorganik (Urea= 50g, SP-36= 30g dan KCI = 40g)
  • Pemupukan ke IV, berikan campuran pupuk kandang/kompos susulan 10 kg dan 500g Trichoderma sp. Per rumpun serta urea = 100g, KCL=100g
  • Pemberian pupuk dilakukan dengan membuat parit sekeliling rumpun dengan jarak 50 cm dari pohon yang dilanjutkan dengan tanah bumbunan.
Pembrongosan

Membungkus buah sehingga diperoleh buah dengan permukaan kulit yang mulus dan mencegah serangan hama/penyakit pada buah.

Pemotongan Jantung Pisang

Pemotongan jantung pisang ini bertujuan untuk menoptimalkan penyerapan unsur hara oleh bakal buah dan mencegah penyakit layu darah.

Penyanggahan

Kegiatan menyangga pohon pisang agar tidak rebah karena beratnya buah dan gangguan fisik lain (dalam hal ini bergantung dengan varietas dan besarnya tandan).

Pengaturan Jumlah Daun

Memotong daun untuk menjaga ukuran dan penampakan buah, untuk menghasilkan buah dengan ukuran sesuai standar dan menghindari buah pecah. Sebelum memotong tinggalkan (6 – 8 daun) dan untuk daun yang telah tua atau menguning lalu potong daun dengan membentuk sudut 45 ° dan potong bagian batang yang menjuntai sehingga batang nampak bersih. Setelah itu kumpulkan daun yang dipotong lalu dibakar agar terhindar dari penyakit.

Penentuan Saat Panen.

Mengamati kondisi fisik dan fisiologis buah untuk menentukan waktu panen karna sangat bergantung jarak dari pasar untuk pasar lokal tingkat kematangannya sekitar 90% sedangkan untuk pasar antar pulau sekitar 80 %

Panen

Pengambilan buah yang sudah menunjukan ciri (sifat khusus) matang panen bertujuan untuk mendapatkan buah yang segar. Waktu pemanenan pisang pada waktu pagi (jam 07.00 – 10.00) atau sore hari (jam15.00-17.00) dalam keadaan cerah. Panen tidak dianjurkan pada saat hujan karena dapat meningkatkan serangan busuk buah dalam gudang penyimpanan.

Perlakuan Lepas Panen

Penyimpanan sementara di rumah panen dengan fasilitas penggantungan pisang tujuannya untuk menjaga mutu tetap baik, terhindar dari noda getah dan kerusakan karena gesekan antar tandan. Terhindar dari panas dan hujan dan juga jaga suhu rumah panen ( jangan terlalu lembab ) / cukup ventelasi

Rabu, 24 Agustus 2016

Atasi Layu Pada Tanaman Cabe dengan Anti Biotik Buatan Sendiri

Potret Pertanian - Selamat siang sahabat Potret Pertanian, Ketemu lagi dalam Postingan Atasi Layu Pada Tanaman Cabe dengan Anti Biotik Buatan Sendiri Postingan Kali ini masih dalam lingkup budidaya tanaman cabe, setelah dipostingan yang lalu Jangan Sepelekan Gejala Rontok Bunga Pada Tanaman Cabe. dalam membudidayan tanaman cabe memang tidak luput dari gangguan OPT, yang akan mengurangi Bahkan tak jarang petani harus mengalami kebangkrutan akibat gangguan dari OPT tersebut. seperti halnya dalam ostingan kali yang akan kita bahas sedikit tentang penyakit layu pada tanaman cabe.

Penyakit Layu Fusarium.  
Penyebab penyakit ini adalah cendawan Fusarium oxysporium f.sp.capsici Schlecht.Penyakit ini biasanya menyerang tanaman cabe yang ditanam pada tanah masam (ph tanah rendah, kurang dari 6).    Serangan ditandai dengan memucatnya tulang daun sebelah atas dan diikuti menunduknya tangkai daun.  Jika pada batas antara akar dengan batang dipotong akan terlihat cicncin coklat kehitaman diikuti busuk basah pada berkas pembuluh.

Penyakit Layu Bakteri. 
Penyakit layu bakteri ini biasanya menyerang tanaman cabe yang ditanam di dataran rendah dibandingkan di dataran tinggi.  Gejala serangan yang kelihatan adalah layu pada beberapa daun muda dan atau menguningnya daun tua sebelah bawah.  Gejala lain yang terlihat adalah berkas pembuluh pengangkut yang berwarna cokelat tua dan membusuk setelah batang, cabang atau pangkal batangnya kita belah.

Banyak sekali sistem pengendalian kedua penyakit tanaman ini,  tapi kali ini Potret akan membagikan sedikit tips  Atasi Layu Pada Tanaman Cabe dengan Anti Biotik Buatan Sendiri Tip ini saya lakukan tapi sudah lama sekitar 6 tahun yang lalu, dan hasilnya lumayan bagus sekali, waktu tanaman Cabe milik saya  hampir 40 % terserang layu, tak sedikit yang suda saya cabut dan buang jauh-jauh, berbagai cara suadah saya lakukan untuk mengendalikan masalah tersebut, tapi semakin hari tanaman saya semakin bertambah banyak jumlah yang layu. Sampai ahirnya saya dianjurkan oleh sahabat saya yang mengarahkan untuk mencoba resep obat yang yang dia ramu sendiri. 

Saya pun langsung membuat resep yang dia berikan, dan hasilnya hem... ssngat mengejutkan. Batang cabe yang sudah tampak layu kembali sehat, dan tak terliahat ada penambahan layu pada tanaman cabe saya. dan ahirnya alhamdulilah saya bisa panen juga. Ingin tau Caranya.?! yuk kiita simak langsung ulasan dibawah ini.

Bahan Bahan yang harus disiapkan.
  • Bawang Putih. siapkan bawang putuh yang jantan ( Bawang Lanang ) dalam bahasa jawa. untuk membuat kapasitas tanaman sekitar 1000 batang, siapkan sekitar 300 gram atau 3 ons bawang jantan. 
  • Siapkan fungisida dengan bahan aktif Metalaksil, yang saya pakai dulu adalah saromil. Untuk kapasitas pembuatan antibioti untuk 1000 tanaman, siapkan metalsil sekitar 5 gram.
Cara Pembuatan
  • Cuci bersih bawang jantan tersebut, dan selanjut nya tumbuk hingga lembut, atau gunakan  blander.
  • Hasil blanderan bawang janter tersebut masukan dalam kain kasa, dan peras ambil airnya sampai kering. dan masukkan kedalam wadah apa saja.
  • hasil perasan air bawang tadi campurkan dengan Saromil atau fungisida berbahan aktis metalaksil. aduk hingga merata.
  • Anti biotik sudah jadi dan siap untuk diaplikasikan dipertanaman yang sedang terserang layu.
Antibiotik buatan sendiri tadi bisa langsung diaplikasikan dengan cara campur dengan air sebanyak 200 liter air dan kocorkan ke pangkal batang tanaman cabe yang terserang layu tadi. bisa juga sebagai antisipasi untuk pencegahan pada tanaman yang belum terkena, ingat mencegah lebih mudah daripada mengobati. dan lihat hasilnya semoga saja sesuai dengan yang kita harapkan. 

Demikian tadi sekilas Atasi Layu Pada Tanaman Cabe dengan Anti Biotik Buatan Sendiri semoga bermanfaat dan salam sukses selalu dari Potret Pertanian. Rekomendasi
Cara Pembuatan Pestisida Nabati Dari Bawang putih (Allium sativum L)

Jangan Sepelekan Gejala Rontok Bunga Pada Tanaman Cabe

 Potret Pertanian -Salam Pertanian Buat Sahabat seluruh Petani Nusantara, Senang sekali hari ini saya dapat menjumpai sahabat semua dalam postingan kali ini untuk berbagi pengalaman sedikit dalam teknis budidaya tanaman cabe yang akan kita bahas dalam judul artikel Jangan Sepelekan Gejala Rontok Bunga Pada Tanaman Cabe Potret bukanlah Ahli dalam bidang pertanian, tapi Potret sekedar berusaha untuk berbagi berdasarkan pengalaman yang Potret dapat dilapangan selama 13 tahun dalam mengawal dan mendampingi Petani binaan dari berbagai daerah diseluruh pelosok pulau sumatera, dari mulai lampung sampai Aceh Alhamdulilah Potret sudah jelajahi untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat dalam bidang pertanian hortikultura, mudah-mudahan dengan sedikit bekal ini potret dapat berbagi solusi dan informasi dibidang Pertanian.

Sumber gambar : http://www.lmgaagro.web.id/
Nah tidak panjang lebar, kebetulan tadi malam ada sahabat potret yang berkenan datang kerumah untuk sekedar berbagi masalah tanaman cabe, yang sekarang ini dia budidayakan dlam jumlah yang lumayan cukup banyak, sekitar 2 hektar yang populasinya sekitar 50.000 batang anak cabe, dia menanam dua tahap, tahap pertama sudah saat ini sudah panen buah pertama, tapi sayang pada buah pertama cabe dia tidak bisa dipanen dikarenakan mengalami busuk buah. Nah dengan alasan itulah dia konsultasikan kepada Potret bagaimana mengatasi buah yang rontok karena busuk tersebut. untuk lebih jelas yuk kita simak Jangan Sepelekan Gejala Rontok Bunga Pada Tanaman Cabe.

Banyak hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan proses budidaya tanaman cabe, tapi kali ini yang akan kita bahas yaitu masalah rontok bunga yang sering terjadi pada tanaman cabe, Jangan Sepelekan Gejala Rontok Bunga Pada Tanaman Cabe. karena ini adalah cikal bakal buah yang nantinya akan kita penen, Rontok pada bunga adalah gejala kekurangan unsur hara, jika tidak segera diatasi atau ditanggulangi sesegera mungkin maka diahir pembuahan cabe akan mengalami rontok buah, yang dibarengi dengan terserangnya penyakit antrakosa. Rontok pada buah cabe berawal buah cabe yang berwarna pucat, kuning separo pada buah, dan busuk ahirnya rontok. pada fase buah busk ini banyak penyakit yang memanfaatkan kondisi seperti ini, terutama bakteri antraknose.

Tanaman akan mengungkapkan kekurangan hara melalui fisik tanaman, mulai pada daun batang bunga dan buah, maka dari itu kita harus paham gejala-gejala yang disampaikan oleh tanaman pada kelainan-kelainan pada fisik tanaman cabe tersebut. seperti hal nya rontok pada bunga, Rontok pada bunga merupakan gejala kekurangan Unsur Calsium kalium dan Magnesium, sehingga kan membuat bunga cabe tidak lengket dan mudah untuk gugur. jika tidak segera diatasi di fase selanjutnya pada masa pembuahan akan sangat berbahaya selain rontok pada buah juga akan mengundang penyakit lainya. Baca Disini  Mengenal OPT Pada Tanaman Cabe.

Untuk mengatasi kasus seperti ini, segera atasi dengan menggunakan pupuk yang dengan kandungan Calsium, kalium dan magnesium, segra semprotkan atau melalui penambahan pupuk instan pada saat pengecoran. pada usia pembungaan cabe. 

Jika terlambat dalam mengatasi dan ahirnya terjadi kerontokan pada buah cabe,  segera buang jauh-jauh buah tersebut bila perlu dibakar untuk menghindari terjangkitnya bakteri antraknosa. dan segera semprot menggunakan pestisida untuk pengendalian atau preventive kusus untuk pengendalian antraknose, seprti fungisida pengendali jamur yang berbahan aktif tembaga hidroksida. jika untuk sekedar mencegah datangnya Antraknosa cukup menggunakan fungisida berbahan aktif Propineb 70 WP, yang sudah banyak terdapat di toko-toko pestisida dengan berbagai merek.

Nah demikian sekilas tentang Jangan Sepelekan Gejala Rontok Bunga Pada Tanaman Cabe semoga bermanfaat, jika kurang paham dengan penjelasan diatas silahkan tinggalkan kementar dibawah ini, dengan senang hati Potret akan menjawabnya. Ok salam sukses selalu dari POtret Pertanian.

Blog Archive

About

Blogroll

Blogger news

Popular Posts

Blogger templates

Wikipedia

Hasil penelusuran